Minggu , 6 Desember 2020
Home / Daerah / Kepahiang / Program Maghrib Mengaji

Program Maghrib Mengaji

KEPAHIANG – Guna memasyarakatkan kembali kegiatan keagamaan di Kabupaten Kepahiang, Kantor Kemenag Kepahiang saat ini sedang merancang kegiatan Maghrib Mengaji. Kegiatan ini akan menjadi kegiatan rutin seluruh masjid yang ada di Kabupaten Kepahiang.

Kepala Kantor Kemenag Kepahiang, Drs. H. Herman Yatim, MM mengungkapkan, saat ini pihaknya masih menyusun rancangan kegiatan Maghrib Mengaji bersama para Kepala KUA dan penyuluh agama di Kabupaten Kepahiang.

“Kegiatan Maghrib Mengaji ini perlu kita bangkitkan. Nanti seluruh penyuluh agama yang ada di Kepahiang akan berperan dalam mensosialisasikan kegiatan Maghrib Mengaji. Tak hanya di masjid saja, kegiatan ini juga kita harapkan juga bisa dilakukan di rumah,” terang Herman.

Nantinya setelah selesai dirancang, program ini akan disampaikan kepada Bupati Kepahiang yang nantinya akan dilaunching secara besar-besaran dengan menggunakan obor. Kenapa disimbolkan dengan obor untuk membuka program ini? Herman mengatakan karena pada zaman dahulu, masyarakat yang hendak ke masjid identik dengan membawa obor sebagai penerangan.

“Kita rencanakan di bulan Juli program ini sudah bisa segera dilaunching. Kita akan rancang dengan matang perencanaannya,” ujar Herman.

Tak hanya itu, Kantor Kemenag Kepahiang juga tengah mempersiapkan beberapa program, diantaranya meningkatkan kegiatan keagamaan masyarakat dengan membentuk TPQ di setiap desa dan kelurahan. Kemudian melakukan pembinaan majelis taklim, serta pembinaan dan pembentukan remaja masjid.

“Ini tentunya akan kita sikapi dengan langkah-langkah peningkatan kegiatan di setiap masjid, dan akan mengupayakan kembali memasyarakatkan kegiatan safari subuh atau dulunya namanya Didikan Subuh. Kendati dalam kondisi wabah Covid-19, kita tetap mengacu pada protokol kesehatan,” jelasnya.

Untuk peningkatan Taman Pendidikan Alquran (TPQ), Herman mengatakan saat ini tidak semua desa di Kabupaten Kepahiang memiliki TPQ sebagai wadah pembinaan nilai religiusitas bagi anak-anak. “Sudah kita rapatkan kemarin, dan hasilnya dalam bulan ini juga seluruh desa yang ada di Kabupaten Kepahiang, sudah harus memiliki TPQ. Kita akan memasyarakatkan lagi kegiatan TPQ pada anak-anak kita, termasuk Risma di setiap masjid,” papar Herman.(sly)

Berita Lainnya

Tes Urine Massal ASN Gagal

KEPAHIANG – Rencana Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupatan Kepahiang untuk tes urine massal …

%d blogger menyukai ini: