Minggu , 12 Juli 2020
Home / Daerah / Mukomuko / Perdana, Danrem Lepas Tukik Langka

Perdana, Danrem Lepas Tukik Langka

TUKIK: Danrem 041/Gamas, Brigjen. TNI. Yanuar Adil didampingi Bupati Mukomuko, H. Choirul Huda, SH melepas ratusan tukik di Pantai Pandan Wangi Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko, Kamis (25/6).

MUKOMUKO – Sebanyak 100 tukik atau anak penyu dilepas di Pantai Pandan Wangi Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko, Kamis (25/6). Meski sudah kerap dilakukan di Mukomuko, namun pelepasan tukik kali ini pertama kali dilakukan langsung oleh Danrem 041 Garuda Emas (Gamas), Brigjen. TNI Yanuar Adil.

Lebih spesial lagi, tukik yang dilepas Danrem merupakan jenis tukik langka yakni anak dari Penyu Belimbing yang bahasa latinnya, Dermochelys Coriacea. Jumlah tukik langka yang dilepas kemarin sebanyak 40 ekor. Sedangkan 60 ekor lagi, tukik dari Penyu Lekang (Lepidochelys Olivacea).
Pelepasan ratusan tukik tersebut turut didampingi Ketua Persit KCK Koorcab Rem 041 PD II/Sriwijaya, Bupati Mukomuko H. Choirul Huda, SH, Dandim 0428/Mukomuko Letkol. Inf. YM. Teguh Edi Pamungkas beserta istri, dan Ketua TP PKK Ny. Hj. Ani Tri Ratnawati.

Danrem mengajak masyarakat untuk bersama-sama melestarikan penyu. Supaya jangan sampai anak cucu nantinya tidak tahu ada penyu dan melihat penyu, dan hanya melalui gambar-gambar penyu. Dilepasnya tukik tersebut dengan harapan tukik-tukik yang dilepas bisa menjadi penyu dan bisa kembali ke habitatnya.
“Jangan diambil telurnya, sehingga anak cucu kita masih bisa melihat bentuk nyata 7 jenis penyu. Jangan lagi tidak tahu bentuknya, hanya bisa melihat gambar saja. Apalagi penyu ini hewan langka dan dilindungi,” pesan Danrem yang mengaku baru pertama kalinya pula seumur hidupnya melepas tukik.

Choirul mengatakan, Mukomuko punya potensi alam yang luar biasa. Salah satunya, adanya penyu yang pelestariannya sudah dilakukan masyarakat secara mandiri. Dengan adanya pelestarian, sehingga kesadaran masyarakat akan pentingnya penyu semakin tinggi. “Setiap tahun dilakukan pelepasan penyu. Dulu telur diambil dijadikan konsumsi. Tapi ketika wadah pecinta penyu mulai subur, maka kini dijadikan larangan dan jadi ketentuan adat. Kita sangat bangga, karena satu-satunya Jenderal TNI yang melepas tukik di sini baru Danrem ini,” ungkapnya.(hue)

Berita Lainnya

Maju Pilbup, Ketua DPRD Siap Mundur

MUKOMUKO – Ketua DPRD Mukomuko M. Ali Saftaini, SE menyatakan siap meninggalkan kursi pimpinan DPRD, …

%d blogger menyukai ini: