Kamis , 26 November 2020
Home / Daerah / Kepahiang / Stok Hewan Kurban Dipastikan Cukup

Stok Hewan Kurban Dipastikan Cukup


TERNAK: Stok ternak yang dikelola Distanak melalui kelompok tani. Ternak ini bisa dibeli oleh warga untuk dijadikan hewan kurban. (Foto ARIE/RB)

KEPAHIANG – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kepahiang mengklaim saat ini stok hewan kurban di Kabupaten Kepahiang lebih dari cukup. Untuk stok sapi mencapai 534 ekor dan kambing 1.200 ekor.

Hal ini diungkapkan Kepala Distanak Kepahiang, Hernawan, S.PKP. Ia mengatakan stok hewan kurban ini mampu menyuplai kebutuhan hewan kurban ke beberapa wilayah lain. Dijelaskannya, untuk harga hewan kurban yang dijual dari kelompok peternak di bawah naungan Distanak berkisar Rp 15 juta hingga Rp 20 juta untuk seekor sapi, dan Rp 2 juta hingga Rp 4 juta untuk seekor kambing.

“Stok hewan kurban kita sejauh ini lebih dari cukup. Sebagai salah satu kabupaten sentra ternak, kita bahkan mampu memasok kebutuhan hewan kurban untuk wilayah lain. Saat ini saja sudah ada beberapa daerah yang memesan hewan kurban kepada kita,” ungkap Hernawan.

Hernawan memastikan hewan kurban yang dipelihara kelompok peternak di bawah naungan Distanak dalam kondisi sehat dan jauh dari berbagai penyakit. Selama ini ternak selalu dilakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala oleh dokter hewan dan petugas kesehatan hewan. “Kita pastikan hewan-hewan kurban dari kita ini sehat-sehat. Selama ini proses pemeriksaan kesehatan ternak dilakukan telah sesuai dengan aturan, dan dilakukan oleh tenaga kesehatan hewan yang tepat,” jelasnya.

Distanak juga secara berkala selalu melakukan pengecekan kondisi ternak, mulai dari pemeriksaan antemorten dan postmorten. Pemeriksaan antemorten merupakan pemeriksaan yang melihat secara fisik ternak sebelum dipotong. Demikian juga setelah dipotong atau pemeriksaan postmorten dengan melihat bagian dalam hewan yang disembelih. “Sesuai SOP yang ada, kami akan memonitoring pelaksanaan hewan kurban nanti. SOP-nya sesuai tahun sebelumnya untuk pengecekan kelayakan hewan kurban,” ujarnya.

Kurban di Masjid Agung

Berbeda dengan perayaan Hari Raya Idul Adha tahun sebelumnya, dimana para pejabat di lingkungan Pemkab Kepahiang melaksanakan kurban sendiri-sendiri di beberapa masjid, untuk kali ini kurban yang dilakukan Pemkab Kepahiang terpusat dilakukan di Masjid Agung Baitul Hikmah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepahiang, Zamzami Zubir, SE, MM mengatakan, saat ini masih dilakukan inventarisasi hewan kurban dari para pejabat di lingkungan Pemkab Kepahiang, untuk kemudian disatukan dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Masjid Agung.

“Jika tahun lalu lebih dari 35 ekor hewan kurban dari para pejabat Pemkab, untuk tahun ini kita belum bisa pastikan berapa ekor hewan kurban yang akan dipotong pada saat Idul Adha nanti. Saat ini masih kita inventarisasi jumlahnya,” terang Zamzami.

Rencananya Pemkab Kepahiang akan kembali melaksanakan salat id berjamaah di Masjid Agung. “Rencananya kita akan tetap gelar salat id, tentunya dengan protokol kesehatan. Namun untuk kepastiannya, kita tunggu dulu seperti apa instruksi dari Bupati,” jelas Zamzami.(sly)

Berita Lainnya

Masih Ada Sekolah Belum Terapkan PBLHS

KEPAHIANG – Dari 8 sekolah yang masuk kategori penilaian Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di …

%d blogger menyukai ini: