Minggu , 9 Agustus 2020
Home / Metropolis / Pantai Panjang Terus Bersolek, Bengkulu Bangkit dari Pandemi

Pantai Panjang Terus Bersolek, Bengkulu Bangkit dari Pandemi

WISATA: Tulisan Pantai Panjang menjadi destinasi wisata lokal favorit, mulai direnovasi. (foto: riris/rb)

BENGKULU – Pembangunan penataan kawasan pesisir Pantai Panjang oleh Balai Sarana Pemukiman Wilayah (BSPW) Provinsi Bengkulu kembali dilanjutkan tahun ini. Dari titik Pasir Putih ke arah Raffles City Hotel. Bentuk bangunan berdasarkan masterplan dari Pemprov Bengkulu, yaitu menyerupai perahu terbalik.

Kepala BSPW Provinsi Bengkulu Daniel Kuddi Sangle mengatakan,  meskipun ada pengurangan anggaran Rp 10 miliar karena dialihkan untuk penanganan Covid-19, namun pembangunan penataan kawasan pesisir Pantai Panjang tetap dilanjutkan. Tahapan pembangunan ini sudah melalui proses lelang dan pekerjaan akan dimulai dalam waktu dekat. Penataan lanjutan ini sepanjang 500 meter dengan bentuk bangunan perahu terbalik. Berdasarkan master plan dari Pemprov Bengkulu.

“Bentuk bangunan yang akan kami buat berdasarkan masterplan dari Pemprov Bengkulu sangat artistik menyerupai perahu terbalik. Minggu ini akan dilakukan penandatanganan kontrak, sehingga bulan ini perkerjaan akan dimulai,” ujar Daniel.

Selain untuk mendukung pariwisata Bengkulu, penataan ini juga difokuskan pada sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kawasan wisata Pantai Panjang dengan pembangunan kios dan gazebo. Seperti diketahui, seiring dengan peningkatan kunjungan wisata dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pedagang di kawasan ini terus meningkat. “Pembangunan kawasan pesisir Pantai Panjang ini untuk mendukung sektor pariwisata di Bengkulu,” sambung Daniel.

Sementara itu, pandemi Covid-19 berdampak kepada semua sektor. Akan tetapi Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah optimis bisa bangkit dari keterpurukan. Salah satu faktor penting perkembangan suatu daerah adalah infrastruktur, karenanya infrastruktur di Bengkulu sebagai salah satu fokus utama penunjang pembangunan.

“Memang ada pengurangan anggaran karena Covid-19, yang sebelumnya di kisaran Rp 30 miliar karena adanya pandemi dikurangi lebih dari 50 persen, tapi pembangunan (kawasan pesisir Pantai Panjang) tetap berlanjut,” kata Rohidin.

Lanjutnya,  tentang prospek pembangunan di Bengkulu, salah satunya rencana pembangunan bendungan yang tidak hanya untuk irigasi, tetapi juga sebagai sumber air baku. Lokasinya sudah dipetakan. “Kalau ini sudah terealisasi manfaatnya akan sangat terasa, saat musim kemarau kita bisa meminimalisir kekeringan punya sumber air yang cukup,” papar Gubernur.

Selain itu, sambung Rohidin, proses pembangunan jalan dan jembatan di Bengkulu terus berjalan. Diantaranya Jalan Nakau – Air Sebakul, jalan poros dari Kota Manna, Bengkulu Selatan – Kota Bengkulu, begitupun dengan jalan di Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong. Tidak hanya jalan, pekerjaan jembatan juga terus berjalan, seperti halnya pengerjaan tiga jembatan di Kabupaten Mukomuko. (key)

Berita Lainnya

Tracing Kasus Covid-19 di Unib, 29 Hasil Rapid Test Negatif, 2 Diuji Swab

BENGKULU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu kembali melakukan penelusuran kasus Covid 19. Kali ini …

%d blogger menyukai ini: