Minggu , 9 Agustus 2020
Home / Metropolis / Seleksi Paskibraka Provinsi Bengkulu Ditiadakan

Seleksi Paskibraka Provinsi Bengkulu Ditiadakan

Atisar Sulaiman

BENGKULU – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu Atisar Sulaiman, S.Ag, MM menyampaikan, pihaknya terpaksa meniadakan seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Dikarenakan  dampak Covid -19 yang tengah melanda. Di Provinsi Bengkulu sendiri, telah menjangkiti 141 orang.

 “Untuk seleksi paskibraka di tahun ini ditiadakan karena dampak Corona saat ini,” kata Atisar, Senin (6/7).

Dikatakannya, untuk beberapa daerah kabupaten sudah ada yang terlanjur melaksanakan seleksi itu, dan sudah dalam tahapan proses. Atisar menambahkan hal tersebut tidak masalah. Kendati demikian, dalam pelaksanaan peraturan HUT RI yang jatuh pada 17 Agustus mendatang, masih menunggu keputusan  dari pusat.

“Untuk perayaan HUT RI, kita tunggu arahan dari Kementerian baik dari Kemenpora dan Kemensesneg,” tambahnya.

Ia menambahkan untuk pelaksanaan upacara hari Kemerdekaan Republik Indonesia nanti. Juga masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat. Mengingat biasanya Pemda menerima Surat Edaran perihal upacara tersebut. Termasuk juga dengan kegiatan perayaan seperti perlombaan pada tahun sebelumnya, masih menunggu petunjuk.

“Karena proses pelaksanaan upacara tersebut banyak orang. Sedangkan kita tidak boleh melakukan kegiatan dengan massa yang banyak. Makanya masih menunggu petunjuk dahulu dari kementerian,” tutupnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bengkulu, Herman, S. Sos mengatakan untuk di Kota Bengkulu juga tidak mengadakan seleksi Paskibraka tahun ini mengingat pandemi Covid-19 yang masih melanda.

“Tidak melakukan proses seleksi Paskibraka. Upacara melalui virtual, kalau dari informasi nya. Tapi kita tunggu instruksi selanjutnya,” kata Herman. (war)

Berita Lainnya

Tracing Kasus Covid-19 di Unib, 29 Hasil Rapid Test Negatif, 2 Diuji Swab

BENGKULU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu kembali melakukan penelusuran kasus Covid 19. Kali ini …

%d blogger menyukai ini: