Minggu , 29 November 2020
Home / Pemilu / Awasi Coklit, Harus Cermat

Awasi Coklit, Harus Cermat

RAKOR: Anggota Bawaslu Provinsi Bengkulu, Patimah Siregar dan Halid Syaifullah melakukan rapat koordinasi bersama jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota. (foto: ist/rb)

BENGKULU – Bawaslu Provinsi Bengkulu menggelar rapat koordinasi (rakor) secara daring melalui Zoom meeting bersama jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota, kemarin (13/7). Rakor ini terkait persiapan pengawasan kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) mata pilih yang dilakukan oleh KPU mulai Rabu (15/7) hingga 13 Agustus 2020.

Anggota Bawaslu Provinsi Bengkulu, Patimah Siregar, S.Pd, M.Pd mengatakan pengawasan dalam pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) merupakan agenda penting yang dilakukan jajaran Bawaslu. Sebab tahapan ini merupakan akar permasalahan dari Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Kita mengimbau kepada Bawaslu kabupaten/kota beserta jajarannya untuk lebih cermat dalam pengawasan coklit yang dilakukan PPDP (petugas pemuktahiran data pemilih). Jangan sampai ada keluhan dari masyarakat yang terlewati,” terang Patimah.

Sambung Patimah, dalam pengawasan tersebut yang menjadi titik fokus yakni memastikan PPDP melakukan coklit langsung dari rumah pemilih, serta memastikan semua masyarakat yang memenuhi syarat sebagai pemilih terdaftar. Termasuk masyarakat yang tidak lagi memenuhi syarat sebagai pemilih dipastikan tidak terdaftar sebagai pemilih.

“Jangan sampai ada masyarakat yang sudah mempunyai hak pemilih malah tidak terdaftar. Sementara sebaliknya masyarakat yang sudah meninggal atau pindah luar provinsi malah masih terdaftar. Makanya hal ini harus cermat dilakukan pengawasan secara ketat. Agar ketika daftar pemilih ditetapkan, tidak timbul lagi persoalan di kemudian hari,” ungkapnya.

Ditegaskan Patimah, pihaknya juga meminta kepada petugas pengawasan untuk mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19 dalam bertugas. “Kita minta petugas memakai alat pelindung diri (APD) ketika turun ke lapangan saat mengawasi segala kegiatan,” pesannya.

Patimah juga berharap pelaksanaan Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19 saat ini dapat berlangsung demokratis. “Terwujdnya pemimpin yang berintegritas tentu harus diawali dengan penyelenggara yang berintegritas, sehingga teman-teman pengawas pemilu harus bekerja berdasarkan regulasi yang ada. Kita semua harus optimis pelaksanaan pilkada ini berjalan lancar. Tentunya pengawasan ini juga sangat berarti jika ada peran aktif dari masyarakat. Apabila menemukan dugaan pelanggaran cepat melaporkan ke Bawaslu terdekat,” pungkasnya. (new)

 

Berita Lainnya

Agusrin: Sport Center Itu Kenapa Dipagari?

BENGKULU – Calon Gubernur Bengkulu nomor urut 3 Agusrin M Najamudin yang berpasangan dengan Imron …

%d blogger menyukai ini: