Senin , 3 Agustus 2020
Home / ACT / Dalam Kerawanan Pangan, Warga Chad Begitu Nikmati Kurban

Dalam Kerawanan Pangan, Warga Chad Begitu Nikmati Kurban

DAGING KURBAN: Masyarakat Chad menerima daging kurban dari Global Qurban – ACT.

Chad merupakan salah satu negara dengan tingkat kelaparan tertinggi di dunia. Konflik di sekitar negara tersebut dan musim yang tidak menentu, menjadi salah satu faktornya. Global Qurban – ACT mengantarkan kurban ke negara dengan kerawanan pangan itu pada tahun 2019 lalu.

TANDJILE – Chad merupakan salah satu landlocked country yang ada di dunia. Tanpa tepian laut, Chad dikepung Gurun Sahara mahaluas dan sabana Afrika Tengah yang cenderung lebih hijau. Di sekeliling, banyak negara juga yang melingkarinya.

Tetapi banyak negara yang mengelilingi Chad masih berkonflik. Sebut saja Libya yang terus memanas, atau Sudan yang dirundung konflik internal. Sedikit banyak konflik di sekitarnya berdampak juga. Chad misalnya, menjadi salah satu negara dengan tingkat kelaparan tertinggi di dunia. Sebanyak 66,2% dari total populasi 15,5 juta manusia hidup dalam kemiskinan. Kondisi ini menjadikan Chad sebagai negara dengan peringkat 187 dari 189 negara dalam Indeks Pembangunan Manusia 2019.

Alam juga menjadi salah satu faktor kemiskinan ini. Mayoritas adalah petani dan peternak, namun mereka kerap terkendala musim. Pola hujan berubah dan kekeringan sering terjadi. Hal ini semakin membebani negara yang menjadi bagian dari Sabuk Sahel tersebut. Menurut Bank Dunia, sekitar 40% anak-anak berusia di bawah lima tahun menderita stunting dengan tinggi badan rendah untuk usia mereka disebabkan oleh kekurangan gizi kronis.

ANTRE: Antrean warga yang mengambil daging kurban di Tandjile.

Situasi ini yang menyelimuti Idul Adha mereka pada tahun 2019 lalu. Di momen kurban itu, Global Qurban – ACT menyapa warga Chad dengan membawa amanah kurban dari para dermawan di Indonesia. Tanjile jadi salah satu wilayah distribusi kurban kala itu.

“Kami memilih Tanjile untuk program Global Qurban – ACT tahun 2019 lalu karena situasi yang sulit dan buruk yang dialami sebagian besar keluarga Muslim di sana. Mayoritas dari mereka tidak dapat membeli hewan kurban, termasuk beberapa keluarga pengungsi yang tinggal di daerah tersebut,” kata Aboubakar Hassan Andre, salah satu mitra Global Qurban – ACT di Chad.

Daging kurban dibagikan kepada ratusan penerima manfaat yang ada di wilayah Tanjile. Warga mengular ketika satu per satu akan mendapatkan daging. Salah satunya adalah Haj Khadija Mohammad. Ia berterima kasih kepada Global Qurban – ACT atas bantuan yang ia terima. Ia juga menitipkan salam kepada para dermawan di Indonesia. “Semoga Allah memberi Anda berkah dan membalas semua perbuatan baik kalian semua,” kata Khadija yang tinggal bersama 9 anggota keluarga lainnya dalam satu rumah.

Pada tahun 2020 ini, rencananya daging kurban terbaik dari masyarakat dermawan di Indonesia akan kembali menyapa warga yang tinggal di Chad. “Insya Allah pada tahun ini Global Qurban – ACT akan kembali mendistribusikan daging kurban ke Chad. Kami berharap para dermawan dapat mendukung kembali aksi kita sehingga dapat membahagiakan warga Chad,” harap Andi Noor Faradiba dari tim Global Qurban – ACT. (rls)

Berita Lainnya

ACT Kembali Kirim 5 Ton Bantuan untuk Penyintas Banjir Masamba

  ACT kembali mengirimkan bantuan kepada penyintas banjir yang ada di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu …

%d blogger menyukai ini: