Selasa , 11 Agustus 2020
Home / ACT / Makan Malam dari Dermawan Dinikmati Korban Banjir Masamba

Makan Malam dari Dermawan Dinikmati Korban Banjir Masamba

KORBAN BANJIR: Tim MRI Sulawesi Selatan mengantarkan makanan untuk korban banjir yang mengungsi di rumah-rumah warga lainnya. Sajian bergizi dan air mineral diantarkan langsung oleh tim MRI Sulawesi Selatan kepada para korban banjir bandang Masamba.

LUWU UTARA – Gelap mengiringi deru mesin Sandi Alam dan delapan relawan Masyarakat Relawan Indonesia lainnya saat mengantar bantuan makan untuk korban banjir Masamba. Selasa (14/7) malam itu, listrik belum menyala usai air bah menerjang satu kecamatan.
Sandi dan relawan lainnya dengan telaten menyusuri setiap rumah atau pun permukiman di dataran tinggi. Dengan suara sedikit lantang, ia memastikan para korban sudah mendapatkan makan malam.

“Kami bawa makan dan air mineral, yang kami takutkan (khawatirkan) yang belum makan,” kata Sandi kepada warga di Desa Redda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara yang ia temui.

Makanan menjadi bantuan darurat yang langsung diantarkan para relawan. Mereka pun langsung mengantarkannya ke lokasi pengungsian warga yang tersebar di berbagai tempat. Selain bantuan pangan, Aksi Cepat Tanggap terus berikhtiar memenuhi kebutuhan pengungsi dengan dukungan para dermawan.

Andy Syurganda Haruna dari Tim Program ACT Sulawesi Selatan menerangkan, bantuan kemanusiaan dapat disalurkan melalui posko kemanusiaan ACT Sulsel atau posko kemanusiaan wilayah di Kecamatan Masamba dan Kota Palopo.

“Bantuan darurat yang masih dibutuhkan warga berupa makanan, vitamin dan obat-obatan, serta peralatan kebersihan. Kebutuhan darurat itu masih diperlukan hingga keadaan memulih,” kata Syurganda.

Usai fase tanggap darurat pun, korban banjir yang kehilangan rumah masih belum mendapat kepastian tempat tinggal. Menurut Syurganda, dukungan para dermawan amat diperlukan untuk membantu para korban sampai ke tahap pemulihan.

Berdasarkan data yang diperoleh tim ACT, 16 orang meninggal dunia dan 23 orang dalam pencarian. Para korban diurus di Rumah Sakit Andi Jemma dan Rumah Sakit Hikmah. Banjir secara keseluruhan berdampak pada 15.944 jiwa. (rls)

Berita Lainnya

Haru Pengungsi Masamba Terima Daging Kurban di Tenda Pengungsian

Tidak ada yang menyangka jika tahun ini, Annisa (46), pengungsi banjir di Desa Kampal Kappuna …

%d blogger menyukai ini: