Selasa , 11 Agustus 2020
Home / Daerah / Mukomuko / 220 Rumah Terendam Banjir Lebih 8 Jam, Kerugian Ratusan Juta

220 Rumah Terendam Banjir Lebih 8 Jam, Kerugian Ratusan Juta

BANJIR: Kondisi Desa Air Buluh Kecamatan Ipuh yang terendam banjir, Minggu (26/7).

MUKOMUKO – Luapan Sungai Air Buluh merendam rumah-rumah warga dua desa di Kecamatan Ipuh lebih dari delapan jam kemarin (26/7). Sedikitnya 220 rumah yang terendam. Akibatnya kerugian yang dialami masyarakat ditaksir mencapai ratusan juta.

Rumah warga yang terendam yakni di Desa Air Buluh dan sejumlah rumah warga Desa Pulau Makmur. Kerugian materi yang dialami warga diantaranya kerusakan barang elektonik dan hewan ternak yang banyak hanyut dan mati.

“Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sebab air yang menerjang Desa Air Buluh pada Minggu (26/7) dini hari, cukup tinggi dan berarus kuat. Kalau kerugian riil, belum kita ketahui,” kata Camat Ipuh, Sepradanur, S.Sos.

Informasi sementara, di Desa Air Buluh rumah yang sempat terendam banjir mencapai 200 rumah. Sedangkan di Desa Pulau Makmur dilaporkan pemerintah desa sampai 20 rumah yang sempat terendam. “Paling parah kejadiannya di Desa Air Buluh,” ujar Sepradanur.

Banjir merendam puluhan rumah warga setempat. Bahkan, banjir sempat melumpuhkan lalu lintas di jalan lintas barat (jalinbar) Sumatera di wilayah itu. Air sempat merendam badan jalan hingga lebih dari 50 centimeter. Sehingga kendaraan banyak yang tidak berani melintas, baik dari Arah Bengkulu ke Padang maupun sebaliknya.  “Banjir ini luapan dari Sungai Air Buluh. Setelah hujan deras sekitar lima jam,” kata Sepradanur.

Luapan sungai mulai naik dan merendam pemukiman penduduk pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, Minggu (26/7). Melihat kondisi air terus naik, sekitar pukul 02.00 WIB, warga diminta mengungsi. Terutama kaum perempuan dan anak-anak. Sedangkan sebagian laki-laki berjaga-jaga di jalan. “Mengungsi Minggu dini hari, ada yang mengungsi di Simpang Kasidi, ada juga yang mengungsi di Desa Air Buluh Atas. Pokoknya saat itu kita imbau warga untuk menyelamatkan diri dulu. Alhamdulillah pukul 02.00 WIB sudah ngungsi semua,” terang Sepradanur.

Ia menambahkan sejak pukul 01.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB, ruas jalan lintas di desa setempat tidak bisa dilewati kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Air baru mulai menyusut sekitar pukul 05.30 WIB. Kemudian sekitar pukul 06.30 WIB, sejumlah kendaraan sudah mulai bisa melewati Jalinbar. “Lalu lintas sempat lumpuh total, sebab jalan juga terendam banjir sekitar 50 centimeter. Kendaraan tidak bisa lewat karena arus air cukup deras. Selesai Subuh, air mulai surut,” sampainya.

Kini kondisi di Desa Air Buluh mulai kondusif. Warga-warga yang terdampak banjir dan sempat mengungsi sudah mulai kembali ke rumahnya. “Warga sudah pulang ke rumah. Tapi kita terus mengingatkan untuk siaga. Ketika air meluap lagi, warga sudah siap mengungsi. Alhamdulillah bantuan dari sejumlah pihak sudah mulai mengalir. Baik dari Pemkab maupun dari perorangan,” kata Sepradanur.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mukomuko, Syahrizal, SH mengatakan, timnya masih mengihitung kerugian dari kejadian tersebut. Baik itu fasilitas pribadi warga, fasilitas umum milik warga maupun kerusakan fasilitas umum milik pemerintah.

Timnya pun sudah membawa makanan siap saji, untuk dibagikan kepada warga yang terdampak banjir. Selain itu, pihaknya membawa perlengkapan, seperti terpal yang kemungkinan dibutuhkan oleh warga yang tertimpa musibah banjir ini.(hue)

Berita Lainnya

Harga Karet “Menjerit”, Sawit Melejit

MUKOMUKO – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko terus melejit. Namun …

%d blogger menyukai ini: