Selasa , 11 Agustus 2020
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Pelanggaran Didominasi Sepeda Motor

Pelanggaran Didominasi Sepeda Motor


PERIKSA: Satlantas Polres BS sedang memeriksa pengendara sepeda motor dalam Ops Nala 2020. (Foto RIO/RB)

KOTA MANNA – Sejak dimulai tanggal 23 Juli lalu, Operasi Patuh Nala yang digelar Satalntas Polres Bengkulu Selatan (BS), hingga masuk hari keempat Minggu (26/7), tercatat  64 kendaraan ditilang.

Adapun jumlah pelanggaran didominasi oleh sepeda motor, dengan rata-rata pelanggran tidak membawa dan tidak memiliki suirat kelengkapan kendaraan. Dari total 64 kendaraan 60 diantaranya merupakan pelanggaran sepeda motor.

Lalu disusul 3 mobil pikap dan 1 mobil kendaraan penumpang. Adapun jenis pelangaran yang ditilang oleh Satlantas Polres BS yakni pengendara sepeda motor tidak melengkapi surat kendaraan dan tidak menggunakan helm.

Disampaikan Kapolres BS, AKBP. Deddy Nata, S.IK, melalui Kasat Lantas AKP Iskandar, SH dari total kendaraan yang ditilang didominasi sepeda motor. Sedangkan pelanggaran yang dilakukan pengendara, yakni enggan melengkapi surat kendaraan dan abai dalam penggunaan helm.

‘’Padahal  dengan tidak ada surat kendaraan saat berkendara, maka pengendara bisa dicurigai bahwa motor tersebut hasil curian. Karena motor curian tak memiliki  surat kelengkapan. Jadi diharapkan pengendara membawa surat kelengkapannya,’’ jelas Iskandar.

Sedangkan penggunaan helm pihaknya berulang kali mengingatkan masyarakat melalui  anggotanya agar menggunakan helm meski jarak yang ditempuh tidak jauh.

“Pelanggaran masih didominasi kendaraan roda dua dan pelanggaran itu tetap kasus yang sama, yakni masalah surat, dan tidak patuh menggunakan helm. Karenanya siapapun harus wajib patuh aturan lalu lintas,” tegas Iskandar.

Sementara untuk pelanggaran kendaraan roda empat adalah pengemudi yang masih lalai  gunakan sabuk pengaman. Ditambah lagi untuk mobil pikap  masih berani bawa penumpang ditengah kota.

“Sama untuk pengendara mobil wajib patuh aturan. Sabuk pengaman tersebut untuk  melindungi sopir. Dan mobil pikap  jangan coba-coba bawa penumpang di tengah kota,” tegas Iskandar.

Iskandar menambahkan untuk Ops Nala masih lanjut hingga tanggal 5 Agustus. Sedangkan titik razia fokus pada jalan lintas dan tengah kota.(tek)

 

Berita Lainnya

Residivis Berulah Lagi Curi HP Pedagang Minuman

KOTA MANNA – Meskipun pernah mendekam dibalik jeruji besi, namun nyatanya IW (21) kembali berulah …

%d blogger menyukai ini: