Selasa , 11 Agustus 2020
Home / Daerah / Mukomuko / Salat Id Harus Patuhi Protokol Kesehatan

Salat Id Harus Patuhi Protokol Kesehatan

MUKOMUKO – Dipastikan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Jumat (31/7). Masyarakat dipersilakan menggelar Salat Idul Adha (Id) berjamaah baik di masjid maupun di lapangan. Tidak hanya itu, masyarakat juga dipersilakan melaksanakan pemotongan hewan kurban, berapapun jumlahnya.

Hal ini disampaikan Kasi Binmas Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Mukomuko, H. Peri Irawan, S.HI.  Namun yang perlu jadi perhatian masyarakat, semua aktivitas itu dilaksanakan dengan tetap memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan. Hal ini untuk memastikan tidak terjadinya penyebaran Covid-19. Agar tidak ada warga setelah aktivitas Hari Raya Idul Adha sakit akibat terpapar Covid-19.  “Patuhi protokol kesehatan, itu yang jadi catatan pemerintah,” kata Peri.

Lanjut Peri, Kemenag sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 18 Tahun 2020 tentang penyelenggaran salat idul adha dan panduan penyembelihan hewan kurban di masa pandemi Covid–19. Sesuai SE itu, untuk mengantisipasi penyebaran Covid–19, masyarakat harus menerapkan penuh ketentuan yang diatur pemerintah. Mulai dari menjaga jarak fisik, hingga memastikan proses pendistribusian daging kurban dengan tidak mengumpulkan massa.

Sebelum beraktivitas, panitia dilakukan pemeriksaan kesehatan awal dengan pengecekan suhu tubuh. Selain itu, panitia juga harus menggunakan masker dan sarung tangan selama mengolah daging kurban. Agar daging kurban yang dibagikan ke masyarakat dijamin kebersihannya. “Patuhi SE itu, meskipun Mukomuko sudah zona hijau. Jadi masyarakat tetap harus waspada dengan kemungkinan terpapar Covid–19,” pinta Peri.

Untuk jumlah hewan kurban, Peri mengaku belum dapat memastikan. Namun pihaknya sudah meminta seluruh kantor urusan agama (KUA) untuk memantau dan mendata. Meskipun ada prediksi, jumlah hewan yang dikurbankan di tahun ini, menurun dibandingkan tahun-tahun yang lewat. “Tidak semua orang kurban di masjid. Ada yang kurban di rumah dan itu baru dilaporkan setelah kurban dilaksanakan biasanya. Jadi kami masih menunggu,” tutupnya.(hue)

Berita Lainnya

Harga Karet “Menjerit”, Sawit Melejit

MUKOMUKO – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko terus melejit. Namun …

%d blogger menyukai ini: