Minggu , 27 September 2020
Home / Breaking News / Idul Adha di Tengah Pandemi Covid-19, Tak Surutkan Semangat Silaturahmi dan Saling Bermaafan

Idul Adha di Tengah Pandemi Covid-19, Tak Surutkan Semangat Silaturahmi dan Saling Bermaafan

SALAT ID: Salat Idul Adha 1441 Hijriah yang digelar di halaman Masjid Raya Baitul Izzah, Jumat (31/7). (foto: ist/rb)

BENGKULU – Perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah tahun ini dilaksanakan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya akibat pandemi Covid-19. Pelaksanaan dengan menerapkan protokol kesehatan, mulai dari tata letak barisan shaf salat yang diatur dengan berjarak hingga 1 meter, dan seluruh jamaah diimbau untuk menggunakan masker. Tahun ini juga tradisi berjabat tangan diganti dengan salam senyum atau sekedar lambaian tangan.

Kendati demikian, hal tersebut tidak mengurangi kekhidmatan Hari Raya Idul Adha. Takbir terus berkumandang saling bersaut sautan. Begitupun antusias masyarakat sangatlah besar untuk menjalankan salat id. “Di tengah pandemi Covid-19 kita tetap semangat untuk terus beribadah kepada Allah SWT,” kata Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah saat menjadi khatib salat Idul Adha 1441 Hijriah, di halaman Masjid Raya Baitul Izzah, Jumat (31/7).

Rohidin menuturkan, dalam memaknai Idul Adha bukan hanya sekedar menyembelih hewan kurban, namun lebih jauh dari itu. Kisah perjalanan Nabi Ibrahim dan keluarga merupakan awal dari turunnya perintah dari Allah SWT, agar kita tetap tegar dan berikhtiar kepada-Nya saat menghadapi cobaan. “Apapun cobaan yang diturunkan Allah SWT kepada umatnya pasti terkandung hikmah besar yang telah ditetapkan. Seperti halnya, kisah perjalanan keluarga besar Nabi Ibrahim AS yang menjadi teladan bagi umat muslim di dunia,” ungkapnya.

Rohidin berpesan, bahwa ketakwaan akan membuahkan kemuliaan, dan kemuliaan seseorang pasti didasari kepahaman, ilmu, akal sehat yang menjadi dasar keyakinan kemantapan dalam memegang prinsip. Setiap kebijakan peran yang diambil, tentunya harus dibungkus dengan keikhlasan yang sempurna.

“Jangan pernah kecewa belum pernah menunaikan ibadah haji, namun jangan juga pongah jikalau sudah menginjakkan kaki ke tanah suci. Walaupun kita belum tunaikan ibadah haji, namun nilai-nilai Hajar dan Ismail sudah ada dalam diri kita masing-masing,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya salat id, bertindak sebagai imam salat Idul Adha adalah H. Rusli Daud. Untuk diketahui, total hewan kurban se-Provinsi Bengkulu mencapai 8.453 hewan, dengan rincian, 123 ekor kerbau, 5.009 ekor sapi, serta 3321 ekor kambing. (zie)

Berita Lainnya

Timbulkan Kemacetan, Pedagang di Jembatan Semarang Bakal Ditindak

BENGKULU – Setelah menerima banyaknya laporan terkait semakin maraknya pedagang yang membuka lapak berjualan di …

%d blogger menyukai ini: