Selasa , 4 Agustus 2020
Home / Borgol / Berhenti Buang Air Kecil, Pelajar Menjadi Korban Pemerasan dan Pemukulan

Berhenti Buang Air Kecil, Pelajar Menjadi Korban Pemerasan dan Pemukulan

LOKASI KEJADIAN: Tepat di samping gedung Balai Buntar inilah Farhan Safitra menjadi korban pemerasan dan pencurian. (foto: febi/rb)

BENGKULU – Farhan Safitra (17) warga Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu menjadi korban pemerasan dan pencurian di Jalan Cimanuk tepat di samping gedung Balai Buntar Kota Bengkulu, Jumat (31/7) malam.

Kronologi kejadian berawal saat korban hendak pulang ke rumah, dan saat melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) korban berhenti hendak buang air kecil. Kemudian datang pelaku yang berjumlah 9 orang mendatangi korban ingin memeras dan merampas motor korban. Korban sempat melawan, pelaku kemudian memukul korban dan hanya berhasil mengambil helm yang dikenakan oleh korban.

Ibu korban, Aisha membenarkan peristiwa yang dialami putranya tersebut. “Kalau dari cerita anak, dia ini berhenti hendak buang air kecil, datanglah pelaku ini rame. Memeras dan mau merampas motor, mungkin sempat melawan, anak ini kena pukul di bagian wajah, kita tahunya dari surat visum,” ungkapnya, Sabtu (1/8).

Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka robek di pelipis mata dan luka lebam di badan. Tak terima kejadian tersebut korban melaporkan ke polisi. (tok)

Berita Lainnya

Polda Bengkulu Bekuk Dua Kurir Narkoba Lintas Provinsi, Amankan Sabu, Ekstasi dan Ganja

BENGKULU – Subdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Bengkulu berhasil membekuk dua orang terduga sebagai …

%d blogger menyukai ini: