Kamis , 26 November 2020
Home / ACT / Pasokan Pangan Dukung Kehidupan Ibu Hamil di Somalia

Pasokan Pangan Dukung Kehidupan Ibu Hamil di Somalia

BANTUAN: Penyerahan bantuan pangan ke sejumlah ibu hamil penerima manfaat bantuan pangan.

Konflik internal selama bertahun-tahun dan tidak adanya pemerintahan yang terkendali membuat Somalia dalam kemiskinan ekstrem. Di tengah pandemi, kemampuan memenuhi kebutuhan hidup dasar semakin terasa berat bagi penduduk Somalia, terutama para ibu yang sedang mengandung dan membutuhkan gizi yang cukup.

MOGADISHU – Perempuan di Somalia memiliki 22 kali lipat risiko kematian saat melahirkan. Kondisi itu disebut sebagai kasus paling tinggi di dunia. Estimasi rasio kematian ibu melahirkan di Somalia mencapai 732 kasus per 100.000 kelahiran.
Turut peduli dengan kondisi ibu hamil, Agustus ini, Aksi Cepat Tanggap mengantarkan bantuan pangan untuk puluhan ibu hamil di wilayah Distrik Yaqshiid, Mogadishu. Bantuan itu terdiri dari gula, minyak, beras, kacang-kacangan, susu, dan kurma.

“Konflik internal selama bertahun-tahun dan tidak adanya pemerintahan yang terkendali membuat Somalia dalam kemiskinan ekstrem. Banyak ibu yang tidak dapat memenuhi kebutuhan gizinya,” ungkap Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response – Aksi Cepat Tanggap, Rabu (19/8).

Faradiba menjelaskan, indikator kesehatan Somalia terus menjadi yang terburuk di dunia. Sebagian besar dari wilayah tersebut hanya memiliki sedikit akses pelayanan medis dan hampir di seluruh desa terpencil persalinan mengandalkan tenaga tradisional atau “dukun beranak”.

Salah satu kasus, ibu hamil sering terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan. Hal itu membuat perempuan berisiko menderita penyakit tambahan karena mereka rentan terhadap komplikasi kebidanan, termasuk paparan penyakit, infeksi, dan risiko perdarahan. Masalah ini semakin diperburuk oleh kemiskinan, ketidakstabilan, dan kurangnya pendidikan.

“Menjawab kebutuhan tersebut, ACT mendistribusikan makanan dan edukasi gizi kepada ibu hamil berpenghasilan rendah,” jelas Faradiba. Edukasi menjadi salah satu programa utama, sebab latar belakang sosial ekonomi para ibu berbeda. Sebagian adalah pengungsi dan sebagian lagi masyarakat berpenghasilan rendah yang kesehariannya menjadi ibu rumah tangga, mengatur kehidupan keluarganya.

“Alhamdulillah, amanah kepedulian masyarakat Indonesia telah disampaikan kepada saudara-saudara kita di Somalia. Untuk terus membantu mereka, sahabat dermawan masih bisa memberikan sedekah terbaik melalui BNI Syariah ke 8800004348 atas nama Aksi Cepat Tanggap,” ajak Faradiba. (rls)

Berita Lainnya

Merespon Banjir Kalimantan di Tengah Pandemi Covid-19

Banjir yang menggenangi sejumlah kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan belum juga surut. …

%d blogger menyukai ini: