Selasa , 29 September 2020
Home / Nasional / Bantuan untuk 21.808 Kelompok Organisasi Guru Madrasah

Bantuan untuk 21.808 Kelompok Organisasi Guru Madrasah

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) mulai tahun depan akan mengucurkan dana bantuan untuk organisasi guru madrasah. Sasarannya mencapai 21.808 organisasi. Tujuannya untuk peningkatan kompetensi guru madrasah.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Kemenag Suyitno mengatakan anggaran bantuan itu sifatnya selesai. “Mulai dikucurkan 2021,” kata dia kemarin (6/9). Nantinya saat pendaftaran dibuka, masing-masing organisasi guru madrasah mengusulkan proposal untuk kemudian diseleksi.

Suyitno mengatakan program tersebut merupakan kolaborasi Kemenag dengan Bank Dunia. Diantara organisasi guru yang bisa mengajukan proposal adalah musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), musyawarah guru bimbingan konseling (MGMP), kelompok kerja guru (KKG), kelompok kerja pengawas (pokjawas), dan kelompok kerja madrasah (KKM).

Masing-masing proposal yang lolos seleksi, bisa mendapatkan dana sampai Rp 35 juta. Namun Suyitno mengatakan untuk persoalan anggaran masih bersifat pagu indikatif dan terus dibahas bersama DPR. Dia mengatakan program ini namanya Garda Kagum.

Suyitno menyadari program tersebut memiliki tantangan berat. Sebab hasil outcome-nya berupa peningkatan kualitas pendidikan di madrasah. “Ini menjadi beban berat yang harus sama-sama kita kawal agar hasil bisa maksimal,” tuturnya.

Saat ini Kemenag masih menyusun petunjuk teknisnya. Nantinya program ini berlaku selama empat tahun. Mulai 2021 sampai 2024. Sasarannya adalah KKG Madrasah Ibtidaiyah (MI). Fokus utama untuk KKG MI adalah meningkatkan numerasi, literasi, dan sains.

Berikut ya adalah MGMP MTs untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, matematika, IPA dan bahasa Inggris. Lalu MGMP Madrasah Aliyah (MA) untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, matematika, fisika, kimia, biologi, bahasa Inggris. Untuk jenjang MTs dan MA fokusnya pelajaran sains, sosial, dan bahasa.

Sebelum resmi diluncurkan, Suyitno mengatakan organisasi guru madrasah bisa mulai bersiap. Diantaranya adalah menyusun program yang inovatif dan berdampak pada peningkatan kualitas guru madrasah. Nantinya proposal dikirim melalui online di website yang disiapkan Kemenag. (wan)

Berita Lainnya

Pilkada Berpotensi Perparah Penyebaran Covid-19, Desak Penundaan Sementara

JAKARTA – Pelaksanaan Pilkada 2020 yang digelar di tengah pandemi Covid-19 menemui tantangan besar menyusul …

%d blogger menyukai ini: