Jumat , 25 September 2020
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Hanya 25 Warga Ikut Rapid Test

Hanya 25 Warga Ikut Rapid Test


RAPID TEST : Petugas medis melakukan rapid test terhadap warga yang pernah kontak erat dengan pasien Covid-19 di Balai Desa Dusun Baru II. (Foto JERI/RB)

BENTENG – Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui petugas medis Puskesmas Karang Tinggi melakukan rapid test terhadap warga Desa Dusun Baru II yang melakukan kontak dengan warga positif Covid-19. Dari 76 warga yang sudah didata, hanya 25 orang yang mengikuti rapid test.

Selebihnya, warga tidak hadir dan menolak untuk melakukan rapid test. Kepala Puskesmas Karang Tinggi, Fahmul Ansori mengatakan dari 25 warga yang melakukan rapid test, tiga orang diantaranya hasilnya reaktif. Untuk tiga orang ini sudah dikoordinasikan dengan RSUD Benteng untuk dilakukan pengambilan sampel swab. Untuk jadwal swab kemungkinan akan dilakukan Hari Jumat besok.

“Untuk 51 warga yang tidak datang melakukan rapid test, kita mendapat informasi banyak warga yang takut dan tidak mau dirapid test. Dengan kejadian ini kita sangat menyayangkan warga tidak berkenan melakukan rapid test. Semua ini untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Dia menambahkan pihak puskesmas akan menyurati kepala desa untuk meminta melakukan pendekatan atau sosialisasi kepada warganya agar melakukan rapid test. Pihak puskesmas hari ini akan kembali melakukan rapid test terhadap warga yang belum melakukan rapid test.

“Kita masih akan menunggu dan melakukan rapid test lagi terhadap warga yang belum. Kita menargetkan minimal setengah dari jumlah hasil penelusuran kontak

harus dilakukan rapid test. Kita juga berharap peran aktif semua masyarakat demi memutuskan penyebaran Covid-19,” tegas Fahmul.

Fahmul menjelaskan ia juga mendapatkan informasi bahwa warga positif Covid-19 berinisial RJ yang merupakan warga Dusun Baru II itu, masih berkeliaran dan masih menerima tamu di rumahnya. Tentunya dengan sikap RJ ini sangat meresahkan warga sekitar, sebab pihak puskesmas sudah meminta ia untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait permasalahan ini. Apabila RJ masih berkeliaran dan menerima tamu, maka kita akan menyurati BPBD maupun kepolisian untuk melakukan pemantauan agar ke depannya benar-benar melakukan isolasi mandiri, dan tidak berkeliaran maupun menerima tamu,” jelasnya.

Selain itu diketahui RJ juga sudah melakukan kunjungan ke salah satu desa. “Menyikapi hal ini, kita nanti akan berkoordinasi dengan Puskesmas Kembang Seri untuk melakukan penelusuran kontak di salah satu desa di wilayah Puskesmas Kembang Seri,” terang Fahmul.(jee)

Berita Lainnya

Anggaran Dipangkas, 10 Proyek Jalan Ditunda

BENTENG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Benteng memastikan 10 proyek pembangunan jalan …

%d blogger menyukai ini: