Jumat , 25 September 2020
Home / Daerah / Mukomuko / Ijazah Huda Diverfak ke Malang

Ijazah Huda Diverfak ke Malang

VERFAK: Ketua KPU Mukomuko menerangkan, pihaknya tengah melakukan verifikasi faktual syarat pencalonan kepala daerah Mukomuko. (Foto Peri/rb)

MUKOMUKO – Komisioner KPU Mukomuko tengah melakukan verifikasi faktual (verfak) keabsahan ijazah masing-masing Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko. Terjauh, verfak harus dilakukan hingga ke Bojonegoro dan Malang, Provinsi Jawa Timur.

Khususnya verfak untuk bakal calon Choirul Huda, lantaran ijazah SMA di Bojonegoro dan ijazah S1 di Malang. Ini dikemuka Ketua KPU Mukomuko, Irsyad.

Sedangkan untuk Sapuan, dikatakan Irsyad, ijazah terakhirnya terjauh di Jakarta. Begitupun Wasri, hanya di Mukomuko. Untuk Rahmadi, pengecekan ijazah terakhirn terjauh di Kota Bengkulu.

“Jadi daerah yang kita tuju untuk verfak ijazah ini, selain di Mukomuko, juga di Kota Bengkulu, Palembang, Jakarta, hingga Bojonegoro dan Malang Jawa Timur,” kata Irsyad.

Dijelas Irsyad, khusus untuk verfak ke Malang, pihaknya masih berupaya dapat dilakukan dengan metode dalam jaringan (Daring). Langkah ini, selain dalam rangka efisiensi anggaran juga mewaspadai terjangkit Covid-19.

“Kita masih menunggu sampai malam ini (9/9). Jika memang tidak berhasil atau tidak memungkinkan, terpaksa kita bersama tim, berangkat ke Malang,” kata Irsyad.

Tim dimaksud, selain komisioner KPU, juga melibatkan anggota Bawaslu Mukomuko. Termasuk perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kepolisian dan pengadilan. Tujuannya memastikan keabsahan foto kopi ijazah yang dilampirkan.

“Yang kita cek ijazah SMA dan sarjananya. Sedangkan untuk ijazah SD dan SMP, akan kita datangi ke sekolahnya jika terdapat perbedaan nama antara dua ijazah itu. Misal ijazah SD tertulis Mayor sedangkan di ijazah SMP tertera Mayor bin Amin, maka akan kita cek ke sekolah. Untuk Bapaslon di Mukomuko, tidak ada kasus seperti ini,” terang Irsyad.

Verfak juga hanya untuk ijazah akademik. Sedangkan ijazah nonakademik, semisal gelar profesi atau keahlian, tidak akan dilakukan pengecekan. “Hanya gelar akademik yang dicek sampai ke sekolah dan universitasnya,” demikian Irsyad.(hue)

Berita Lainnya

Kadiskes Reaktif Covid

MUKOMUKO – Lebih dari 100 warga menjalani rapid test dan karantina mandiri. Dari jumlah itu, …

%d blogger menyukai ini: