Selasa , 29 September 2020
Home / Daerah / Kepahiang / Pendamping Harus Paham Kebutuhan Masyarakat

Pendamping Harus Paham Kebutuhan Masyarakat

KEPAHIANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepahiang Zamzami Zubir, SE, MM mengungkapkan Tenaga Pendamping Desa, Pendamping Sosial, dan Pendamping Pamsimas, merupakan tenaga penggerak program dari pusat dan memiliki peran untuk mendapatkan suntikan dana dari APBN. Untuk itu tenaga pendamping masyarakat harus benar paham kebutuhan masyarakat.

Menurut Sekda, jika tidak ada tenaga pendamping masyarakat, maka APBN tidak akan turun ke wilayah Kabupaten Kepahiang. Oleh sebab itu seluruh tenaga pendamping Desa, Pendamping Sosial, Pendamping Pamsimas, Pendamping PKH, Tagana, dan pelopor perdamaian harus bekerja dengan dengan maksimal. ‘’Sehingga kita daerah Kabupaten Kepahiang ini bisa merebut dana APBN pusat,”ungkapnya.

Tenaga pendamping dalam pekerjaannya harus sabar, bekerja dengan hati, dan harus bisa menyesuaikan diri atau fleksibel di tengah-tengah masyarakat. Ia juga menyadari bukanlah sebuah hal mudah dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat denga berbagai latar belakang dan karakter.

“Jangan sampai tenaga pendampingini mudah merajuk menghadapi masyarakat. Kami dari Pemerintah daerah akan terus mensupport kinerja para pendamping ini, karena tanpa jasa penamping dana APBN tidak akan bisa turun di daerah,”sampainya.

Menurut Sekda, berdasarkan data yang didapat dari Dinsos Kabupaten Kepahiang bahwa di wilayah Kabupaten Kepahiang ini terdapat ada 100 orang tenaga pendamping sosial, 51 orang tenaga pendamping Desa dan 17 orang tenaga pendamping Pamsimas.

‘’Jumlah tersebut memang masih sangat terbatas, mengingat jumlah desa dan kontur wilayah desa yang ada di Kabupaten Kepahiang. Ditambah lagi masyarakat Kabupaten Kepahiang berasal dari berbagai suku, tingkat ekonomi, tingkat pendidikan, dan latar belakang lainnya. Untuk itu kepada instansi terkait, kita harapkan kedepannya bisa menyeleksi tenaga pendamping masyarakat yang memang benar-benar bisa survive dalam melakukan pendampingan terhadap masyarakat,” demikian Sekda. (sly)

Berita Lainnya

24 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kepahiang Tanpa Pendampingan Pemkab

KEPAHIANG – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kepahiang …

%d blogger menyukai ini: