Rabu , 23 September 2020
Home / ACT / Merespon Banjir Kalimantan di Tengah Pandemi Covid-19

Merespon Banjir Kalimantan di Tengah Pandemi Covid-19

BANJIR: Banjir merendam Puskesmas Meranti di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Foto dibagikan relawan Aksi Cepat Tanggap Kamis (11/9) lalu.

Banjir yang menggenangi sejumlah kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan belum juga surut. Penanganan banjir kali ini perlu diikuti kepatuhan menjalankan protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid-19.

LANDAK, KETAPANG, KAPUAS HULU, MELAWI, SERUYAN – Delapan kecamatan masih terendam banjir di Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (15/9). Banjir yang sudah sepekan menggenangi Kalteng itu berdampak ke 4.509 KK atau 16.459 jiwa terdampak, sebagaimana dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Banjir juga berdampak ke 4.000 rumah penduduk di sembilan kecamatan, yakni Seruyan Tengah, Batu Ampar, Antang Kalang, Marikit, Mentaya Hulu, Seruyan Hulu, Suling Tambun, Manjul dan Danau Seluluk.

BNPB juga melaporkan banjir merendam Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (15/9). Hampir 50 KK terdampak luapan Sungai Laur pada Selasa siang waktu setempat.

Banjir di Kalimantan Barat sudah terjadi beberapa hari sebelumnya. BPBD Kalimantan Barat melaporkan banjir merendam 1.469 rumah di Kecamatan Sokan, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Ahad (13/9). Musibah itu membuat seorang warga meninggal dunia dan ratusan lainnya mengungsi. Tinggi muka air dilaporkan bervariasi dari 60 sampai 250 sentimeter.

Pada hari Ahad juga, banjir juga merendam sekitar 980 kepala keluarga di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Ketinggian air kali dilaporkan mencapai 40-100 sentimeter.

Aksi Cepat Tanggap dan Masyarakat Relawan Indonesia telah mengantarkan bantuan darurat untuk korban banjir di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Makanan pokok diantarkan untuk korban banjir di Kecamatan Seruyan, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah dan Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Nircho Dwi Anggoro, Koordinator MRI yang bertugas.di Kabupaten Landak menerangkan, ACT dan MRI telah membuka posko dan menyiapkan rencana aksi. Relawan di Pontianak juga sedang menggalang dana untuk kebutuhan darurat para pengungsi.

“Sedangkan, di awal, bantuan yang kita berikan yakni berupa beras, minyak goreng, susu kental manis, ikan kaleng, dan langsung kita koordinasikan pendistribusiannya dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memenuhi kebutuhan dasar mereka setelah mengalami bencana,” kata Nircho.

Dihubungi terpisah, Komandan Disaster Emergency Response Aksi Cepat Tanggap Kusmayadi memberikan dukungan kepada tim tanggap darurat ACT yang bertugas dalam respons banjir Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. “Kami mengimbau para relawan yang bertugas juga tetap memerhatikan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ini. Kami juga yakin mereka akan berikhtiar yang terbaik membantu para korban,” kata Kusmayadi.

Sahabat Dermawan juga dapat membantu korban banjir di Kalimantan dengan menyalurkan bantuan terbaik melalui BNI Syariah atas nama Aksi Cepat Tanggap di nomor 88 0000 4348. (rls)

Berita Lainnya

Pengungsi Rohingya Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Sebagian Pengungsi Rohingya di Balai Latihan Kerja Kota Lhokseumawe menjalani tes cepat, Selasa (8/9). Sebagian …

%d blogger menyukai ini: