Minggu , 20 September 2020
Home / Berita Utama / Pihak Unib Benarkan Dugaan Perpeloncoan Mahasiswa di Salah Satu Fakultas, Bentuk Tim Pencari Fakta

Pihak Unib Benarkan Dugaan Perpeloncoan Mahasiswa di Salah Satu Fakultas, Bentuk Tim Pencari Fakta

Dr. Drs. Syahrial, MA., M.Phil

BENGKULU – Terkait beredarnya video yang diduga perpeloncoan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus (PKK) oleh senior yang menjadi panitia Ospek kepada Mahasiswa Baru (Maba) yang diduga terjadi di salah satu fakultas di Universitas Bengkulu (Unib), pihak kampus membenarkan hal ini. Peristiwa tersebut terjadi di salah satu kegiatan PKK salah satu fakultas di Unib. Saat ini pihak kampus telah membentuk tim pencari fakta terkait kasus yang sempat menghebohkan media sosial tersebut.

Dijelaskan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Drs. Syahrial, MA., M.Phil saat diwawancarai, Kamis (17/9), peristiwa tersebut benar terjadi di kampus Unib.

“Pada kenyataannya peristiwa tersebut benar terjadi di Unib. Tindak lanjutnya kita sudah bentuk tim pencari fakta dari wakil dekan mahasiswa setiap fakultas yang ada. Nanti silakan tim pencari fakta untuk mencari kebenarannya dan akan merekomendasikan pada rektor jika benar akan kita lakukan sanksi kepada panitia dan untuk yang melakukan aksi tersebut,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk sanksi yang akan diberikan kepada panitia PKK serta senior yang melakukan aksi perpeloncoan tersebut, pihaknya masih akan menunggu bukti-bukti dan rekomendasi yang diajukan dari tim pencari fakta yang telah dibentuk.

“Ya sanksinya tergantung dari hasil rekomendasi tim pencari fakta tersebut, makanya ini sangat penting. Nanti akan kita lihat seperti apa kesalahannya yang akan kita sesuaikan dengan sanksi yang diberikan,” tambahnya.

Ditambahkan, selanjutnya dekan maupun wakil dekan dari fakultas yang bersangkutan akan melakukan kunjungan di kediaman Maba yang menjadi korban perpeloncoan senior untuk mendapatkan pemulihan psikologi.

“Ya nanti dekan dan wakil dekan akan berkunjung ke kediaman korban memberikan bantuan pemulihan psikologi. Karena kita takut, jangan sampai nanti mahasiswa baru ini takut untuk masuk ke fakultas tersebut karena peristiwa ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, telah beredar video yang memperlihatkan adanya mahasiswa baru yang diperlakukan kasar dan diduga menjadi korban perpeloncoan melalui virtual oleh seniornya dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus (PKK) di salah satu fakultas yang ada di Universitas Bengkulu. Dalam video tersebut memperlihatkan aksi salah satu senior yang berlaku kasar kepada mahasiswa baru dan sempat beredar di media sosial hingga menjadi perhatian masyarakat. (tok)

Berita Lainnya

Update Covid-19 Bengkulu, Tambahan 7 Kasus Positif dan 2 Kasus Dinyatakan Sembuh

BENGKULU – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni dalam rilisnya, Sabtu (19/9) siang …

%d blogger menyukai ini: