Selasa , 27 Oktober 2020
Home / Daerah / Kaur / Festival Daerah Tunggu APBDP

Festival Daerah Tunggu APBDP

PELABAI – Sejauh ini, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Lebong baru melaksanakan 2 festival daerah dari 16 festival daerah yang masuk agenda tahun ini. Dua ferstival yang sudah terlaksana itu, Festival Ken-Durian yang digelar Februari dan Lebong Fishing Festival yang digelar Maret.

“Untuk festival lain yang belum terlaksana, kami menunggu kepastian anggaran dari TAPD (tim anggaran pemerintah daerah, red) apakah diakomodir dalam APBD Perubahan tahun ini atau tidak,’’ kata Kepala Disparpora Kabupaten Lebong, Ir. Eddy Ramlan, M.Si.

Jika anggaran senilai Rp 3 miliar lebih itu tetap disetujui dalam APBD Perubahan, Eddy pastikan Disparpora siap menyelenggarakan 14 agenda festival daerah yang tertunda itu sebelum tutup tahun Desember. Festival yang tertunda karena anggarannya dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19 itu, Porkab Lebong, Tosse, Ramadhan Festival, Lebong Road Race, River And Lake Festival serta Offroad Adventure. Termasuk Bujang Semulen, Lebong Merah Putih, Lebong Bird Festival, Lebong Drumb Band Festival, Lebong Dragon Boat dan Lebong Trail Adventure.

“Lainnya Lebong Expo dan HUT Kabupeten Lebong Ke 17,’’ terang Eddy.

Kalaupun anggarannya tidak terkomodir dalam APBD Perubahan, dipastikannya agenda itu akan dilaksanakan tahun 2021. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2021, kembali diusulkan dana festival daerah yang tertunda itu. Jika dari 14 agenda yang tertunda itu tidak ada satupun yang diakomodir dalam APBD Perubahan, artinya keseluruhan diusulkan di RAPBD 2021.

“Namun rasanya khusus untuk festival HUT Lebong tetap akan terlaksana tahun ini,’’ tutur Eddy.

Terlepas soal ditundanya 14 agenda festival daerah itu, Eddy mengaku Disparpora memang sudah menjadwalkan festival daerah dilaksanakan rutin setiap tahun. Bahkan dalam setahun, minimal diagendakan 12 festival dengan tujuan festival digelar setiap bulan. Festival daerah itu sengaja diagendakan sebagai bentuk promosi daerah. “Persisnya untuk mengenalkan potensi wisata yang ada di Lebong,’’ terang Eddy. (sca)

Berita Lainnya

Satu Lagi PNS Terpapar Covid-19

KOTA BINTUHAN –  Kabupaten Kaur yang selama ini zona hijau, kembali berubah menjadi zona merah. …

%d blogger menyukai ini: