Sabtu , 24 Oktober 2020
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Pingsan, Ketua PPS Meninggal Saat Verifikasi

Pingsan, Ketua PPS Meninggal Saat Verifikasi

MENINGGAL: Ketua PPS Desa Gardu sesaat sebelum pingsan akhirnya meninggal. (Foto:IST/RB)

ARMA JAYA – Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Gardu Kecamatan Arma Jaya Bengkulu Utara (BU), Sulaiman, pukul 16.15 WIB kemarin dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di RSUD Arga Makmur. Sebelumnya dia pingsan saat mengikuti acara verifikasi Data Pemilih Sementara (DPS) dan dilarikan ke rumah sakit.

      Kejadian ini berawal saat sejak pukul 10.00 WIB Sulaiman mengikuti acara verifikasi calon pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS). Pukul 11.00 WIB pelaksanaan verifikasi sudah tuntas, bahkan saat acara verifikasi sudah selesai, Sulaiman ditunjuk untuk membaca doa menutup acara.

      Komisioner PPK Arma Jaya Afrizal Ansyori menuturkan jika kegiatan kemarin adalah verifikasi tingkat kecamatan. Dalam acara tersebut, Sulaiman sama sekali tidak menunjukan gelagat seperti kurang sehat atau tengah sakit.

      “Bahkan beliau memaparkan hasil verifikasi di desanya. di Desa beliau, hanya ada satu TPS dengan total DPS 333 sehingga memang pelaksanaan tidak terlalu mamakan waktu,” terangnya.

      Tak lama usai pembacaan Doa, seluruh undangan termasuk Sulaiman duduk kembali dan berbincang sejenak. Tiba-tiba, Sulaiman tersungkur sambil memegang dada dan tidak sadarkan diri hingga harus dilarikan ke RSUD Arga Makmur.

      “Kita langsung bawa ke RSUD, namun memang sore tadi (kemarin, red), beliau dinyatakan meninggal. Kita jajaran penyelenggara di kecamatan Arma Jaya, sangat berdua dengan kejadian ini,” terangnya.

      Sulaiman sempat dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Arga Makmur sebelum akhirnya dilarikan ke ICU dan meninggal dunia.

      Komisioner KPU BU, Rama Diandri menuturkan jika selama menjalankan tugas tidak ada permasalahan di desa Gardu, bahkan semuanya berlangsung sangat baik. Tadi malam, KPU melakukan kunjungan ke rumah duka di Desa Gardu.

      “Tentunya ini membuat kita sangat berduka. Terkait tahapan tetap akan berlanjut sebagaimana mestinya,” pungkas Andri. (qia)

Berita Lainnya

Desak Perambah Ditangkap

ARGA MAKMUR – Sebanyak 80 pekerja perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Purnawira Dharma Upaya (PDU) …

%d blogger menyukai ini: