Jumat , 27 November 2020
Home / Nasional / 130 Dokter Meninggal Dunia

130 Dokter Meninggal Dunia

JAKARTA – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan sudah 130 orang dokter yang telah meninggal karena Covid-19 hingga 3 Oktober 2020.

Data yang dihimpun oleh Tim Mitigasi PB IDI  bersama dengan Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menyebutkan selain 130 dokter tersebut, 9 dokter gigi yang terdiri dari 6 dokter gigi umum, 3 dokter gigi spesialis dan 92 perawat juga telah dinyatakan gugur.

Dari 130 dokter yang wafat,  67 orang adalah Dokter Umum dengan 4 diantaranya merupakan guru besar, 61 dokter spesialis dengan 4 diantaranya adalah guru besar, serta 2 orang residen.  Keseluruhan dokter tersebut berasal dari 18 IDI Wilayah (tingkat provinsi) dan 61 IDI Cabang (tingkat Kota/Kabupaten).

Wakil Ketua Tim Mitigasi PB IDI Ari Kusuma Januarto turut menyatakan keprihatinannya bahwa meskipun sosialisasi tentang protokol kesehatan terus digalakkan, namun masyarakat masih terlihat abai. “Bahkan tidak peduli lagi peduli dengan keselamatan tenaga kesehatan,” katanya

Ari mengatakn jumlah kematian tenaga kesehatan terutama dokter semakin bertambah pesat. Hal ini bisa merugikan sebuah negara seperti Indonesia dalam aspek kesehatan rakyatnya.

Apalagi terhadap Indonesia yang rasio tenaga medis terhadap jumlah penduduknya termasuk yang terendah di Asia dan Dunia bahkan sebelum pandemi Covid-19. Saat ini kata Ari, satu orang dokter melayani sekitar 3.000 orang penduduk. 1 orang donter yang meninggal kata Ari adalah sebuah kehilangan yang besar.

Dengan banyaknya korban dari pihak tenaga kesehatan saat ini, maka ke depannya layanan kesehatan pada pasien baik covid maupun non covid akan terganggu karena kurangnya tenaga medis,” kata Ari.

Tim Mitigasi PB IDI berharap masyarakat tidak menganggap remeh pandemi Covid ini. Semakin masyarakat abai terhadap protokol kesehatan, maka Indonesia akan sulit melewati masa pandemi ini dan bukan hanya kerugian secara ekonomi namun juga korban jiwa baik tenaga kesehatan, keluarga, maupun diri sendiri. (tau)

Berita Lainnya

Gandeng Dua BUMN, Integrasi Digitalisasi Informasi Satu Data Vaksin Covid-19

Kementerian Kesehatan menargetkan usia 18-59 tahun untuk program vaksinasi COVID-19 tahap pertama. Pemerintah menggandeng dua …

%d blogger menyukai ini: