Rabu , 21 Oktober 2020
Home / ACT / ACT-MRI Bengkulu, Menjadi Lembaga Pertama Memberikan Bantuan Banjir Seluma

ACT-MRI Bengkulu, Menjadi Lembaga Pertama Memberikan Bantuan Banjir Seluma

BANJIR: ACT Bengkulu mendatangi langsung lokasi terdampak banjir di Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma.

BENGKULU – Hujan yang terus menerus mengguyur Provinsi Bengkulu, membuat beberapa daerah di Bengkulu ditimpa bencana banjir. Salah satu daerah yang terdampak musibah banjir adalah di Kecamatan Semidang Alas Maras, Kabupaten Seluma. Ada beberapa desa yang saat ini terisolir, karena masih belum mendapatkan bantuan akibat jalur ke lokasi banjir sulit untuk ditempuh.

“Ada 9 desa yang terdampak banjir di Kecamatan Semidang Alas Maras. Sembilan desa tersebut ialah, Muara Maras (260 KK), Serian Bandung (375 KK), Tapang Alai (316 KK), Talang Kemang (200 KK), Jambat Akar (300 KK), Maras Tengah (300 KK), Gunung Kembang (200 KK), Maras Bantan (150 KK), Gunung Bantan (200 KK)”, ujar Kepala Desa Sirian Bandung, Arobin.

Arobin juga menjelaskan, bahwa banjir tersebut dikarenaan curah hujan yang cukup tinggi. Hujan yang mengguyur dari Rabu (7/10) sore, mengakibatkan sungai yang berada di Kecamatan Semidang Alas Maras meluap dan menggenangi rumah warga.

“Hingga kini belum ada yang memberikan bantuan. Padahal banyak rumah warga yang terendam dan terisolir. Alhamdulillah, ACT-MRI adalah lembaga pertama yang hadir memberikan bantuan kepada kami. Sesuai dengan namanya, Aksi Cepat Tanggap. Saya sangat bersyukur dengan apa yang diberikan ACT-MRI ini,” ungkap Arobin.

BANTUAN: Tim ACT Bengkulu memberikan bantuan pada korban banjir di Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma.

Kepala Cabang ACT Bengkulu, Syamsul Fajri Oktario mengatakan, melalui program Emergency Respon ACT ini diharapkan bisa mengurangi beban warga yang tertimpa musibah. “Inilah tugas kami. Kami adalah lembaga kemanusiaan yang selalu siap siaga memberikan bantuan terbaik untuk mereka yang berada dalam kesusahan. Dengan program Emergency Respon ini, kami akan sesegera mungkin hadir di tengah masyarakat yang terkena musibah. Setidaknya ketika kami hadir, kami bisa menghilangkan rasa lapar mereka dan bisa melihat mereka tersenyum bahagia,” katanya.

“Kami mengajak, seluruh masyarakat. Mari kita bersama membantu mereka. Disaat pandemi ini, ditambah bencana banjir ini. Mari kita bersama-sama dalam menghadapinya. Kita luangkan waktu kita, tenaga kita dan infaq terbaik kita secara bersama. Insya Allah kita akan bisa melewati segala musibah yang ada,” ujar Apra Julianda Poetra. (rls)

Berita Lainnya

Dokter dan Ambulans Indonesia Siaga di Tengah Pandemi Corona di Gaza

Di tengah mewabahnya Covid-19 di Gaza, aktivitas Klinik Indonesia ditangguhkan sementara. Namun, tim dokter serta …

%d blogger menyukai ini: