Senin , 19 Oktober 2020
Home / Breaking News / DAK KP Hanya Berkurang Belasan Juta

DAK KP Hanya Berkurang Belasan Juta


AKTIVITAS: Meski pandemi Covid-19, aktivitas nelayan di PIM Koto Jaya, Kota Mukomuko tidak terganggu. Namun hasil dari tangkapan nelayan sangat dipengaruhi alam dan dukungan alat tangkap. (Foto PERI/RB)

MUKOMUKO – Sektor kelautan dan perikanan (KP) masih jadi perhatian dari pemerintah pusat untuk Mukomuko. Meskipun informasinya ada pengurangan pagu anggaran untuk sektor tersebut, namun dari data yang didapat, pengurangan itu hanya belasan juta rupiah.

Tahun 2019, Mukomuko tanpa mendapatkan serupiah pun dana alokasi khusus (DAK) Fisik Penugasan Bidang KP. Baru tahun 2020 kembali muncul dengan pagu sebesar Rp 964,4 juta. Namun pagu ini sempat hilang saat heboh pandemi Covid-19.

Belakangan, dana tersebut dimunculkan kembali oleh pusat melalui DAK Fisik Cadangan, dengan jumlah yang sama dengan ditetapkan sebelumnya. Dan, untuk tahun anggaran 2021, Mukomuko diberikan DAK Fisik Penugasan Bidang KP sebesar Rp 949 juta. Artinya, turun atau berkurangnya hanya sekitar Rp 15,4 juta.

Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Mukomuko, Nasyyardi, S.Pi tidak menampik adanya pagu indikatif berupa DAK Fisik. Namun pihaknya belum dapat memastikan, seperti apa kegiatan yang bisa dilaksanakan untuk tahun 2021.

Sampai kemarin, Dinas Perikanan belum mendapatkan petunjuk dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengenai hal itu. Dengan begitu, tidak menutup kemungkinan masih akan ada perubahan. “Kita masih menunggu kepastiannya. Setelah itu baru akan tahu, apa saja yang harus kita siapkan dan apa yang akan kita kerjakan,” kata Nas.

Untuk tahun ini, Dinas Perikanan melaksanakan pengadaan sejumlah bantuan. Diantaranya, bantuan jokong berikut mesin dan alat tangkapnya, Juga ada bantuan terpisah, semisal hanya berupa alat tangkap dan jenis lainnya. “Ini sekarang dalam proses pengadaan. Sebelumnya sempat ragu kita, karena batas waktunya. Alhamdulillah ada perubahan, sehingga kita bisa tetap berlanjut,” terang Nas.

Untuk diketahui, aktivitas ekonomi nelayan menjadi salah satu aktivitas masyarakat yang tidak terlalu terdampak dengan adanya pandemi Covid-19. Aktivitas masyarakat nelayan tetap berjalan. Namun yang mempengaruhi, tetap kondisi alam dan teknologi alat tangkap yang digunakan nelayan. Oleh sebab itu, meskipun masih sibuk penanganan pandemi Covid-19, sektor perikanan masih harus tetap jadi perhatian untuk dibantu.

“Aktivitas nelayan tradisional, seperti di PIM, Ipuh, Air Rami, tetap berjalan. Termasuk aktivitas nelayan semi modern di Bantal dan Pasar Sebelah, tidak terpangaruh. Makanya tetap perlu jadi perhatian untuk dibantu seperti biasanya,” jelas Nas.(hue)

Berita Lainnya

Pemkot Serahkan Mobil Hibah dan Reward Sopir Ambulans

BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu memberikan bantuan mobil hibah kepada Sekolah Tinggi Ilmu Syariah …

%d blogger menyukai ini: