Rabu , 21 Oktober 2020
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Lahan Tol Capai 2,55 Juta Meter

Lahan Tol Capai 2,55 Juta Meter

TOL : Salah satu Pembangunan titik tol yang ada di Benteng. (Foto JERI/RB)

BENTENG – Kantor Pertanahan Bengkulu Tengah (Benteng) mengklaim jumlah keseluruhan lahan terdampak pembangunan tol di Kabupaten Benteng mencapai 2.549.625 meter persegi, yang terletak di enam desa. Kepala Kantor Pertanahan Benteng, Ir. Hazairin Masrie, MM menjelaskan, tanah tersebut berada di Desa Taba Lagan seluas 93.590 meter persegi, Desa Padang Ulak Tanjung seluas 299.763 meter persegi.

“Kemudian di Desa untuk Desa Lagan seluas 387.264 meter persegi, untuk Desa Sukarami 405.863 meter persegi, di Desa Jumat seluas 642.750 meter persegi dan terakhir di Desa Penanding seluas 720.395 meter persegi . Untuk keenam desa tersebut saat ini hanya Desa Sukarami yang belum dilakukan pembayaran ganti rugi dan desa lainnya sudah meskipun masih ada beberapa WTP di lima desa yang belum sepakat dengan nilai ganti rugi tersebut,” jelasnya.

Dia menambahkan, untuk anggaran yang sudah dikeluarkan pembayaran ganti rugi lahan yang terdampak pembangunan tol hingga saat ini sudah mencapai Rp 118,5 milliar. Jumlah tersebut belum termasuk pembayaran lahan Warga Terdampak Proyek (WTP) tol di Desa Sukarami karena saat ini masih dalam proses penilaian dari KJPP.

“Selain itu juga belum termasuk dengan WTP tol yang masih keberatan dengan nilai ganti rugi yang ditetapkan oleh KJPP. Dari lima Desa sebelumnya khusus di Desa Jumat memang masih ada 11 WTP yang belum setuju dengan nilai ganti rugi yang ditetapkan oleh KJPP. Sehingga masih akan dilakukan pembahasan atau musyawarah lebih lanjut terhadap 11 WTP yang masih keberatan tersebut,” ungkapnya.

Lanjutnya, dengan luas lahan 2.549.625 meter persegi tersebut diketahui untuk pemiliknya sebanyak 324 WTP yang tersebar di enam desa tersebut. Di Desa Taba Lagan hanya dua WTP, di Desa Padang Ulak Tanjung ada 41 WTP, Desa Lagan ada 50 WTP, Desa Jumat berjumlah 66 WTP.

“Kemudian di Desa Penanding berjumlah 76 WTP dan terakhir di Desa Sukarami berjumlah 88 WTP. Untuk diketahui kalau saat ini untuk ganti rugi lahan yang terdampak pembangunan tol sudah masuk ke desa terakhir, yakni Desa Sukarami. Pekan depan sudah dikeluarkan nilai ganti rugi setiap lahan yang ada di desa tersebut,” tutup Hazairin. (jee)

Berita Lainnya

Tampilan Baru Honda Genio Semakin Atraktif dengan Pilihan Warna Variatif

JAKARTA – PT Astra Honda Motor meluncurkan Honda Genio dengan tampilan baru yang atraktif melalui …

%d blogger menyukai ini: