Rabu , 21 Oktober 2020
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Harga Gas 3 Kg Tidak Boleh Lebih Rp 22 Ribu

Harga Gas 3 Kg Tidak Boleh Lebih Rp 22 Ribu

 


AWASI : Disperindagkop bersama Asisten II, Novman Ali memeriksa stok gas elpiji 3 kg di salah satu pangkalan di Kota Manna, Selasa (13/10). (Foto RIO/RB)

KOTA MANNA – Kelangkaan gas elpiji 3 kg masih dirasakan masyarakat Kabupaten Bengkulu Selatan (BS). Untuk itu, Pemkab BS melalui Disprindagkop-UM BS telah melarang setiap pangkalan gas elpiji menjual gas elipiji 3 kg ke pengecer. Bahkan jika ada yang berani menjual gas elpiji 3 kg lebih dari Rp 22 ribu laporkan ke Disperindagkop-UM.

Dari hasil koordinasi Disperindagkop-UM bersama agen elpiji dan pemilik pangkalan elpiji, penjualan gas elpiji 3 Kg tidak boleh dijual ke para pengecer, karena harus disalurkan ke masyarakat yang sangat membutuhkan.

Kepala Disperindagkop-UM BS, Herman Sunarya, SH, MH mengatakan, kelangkaan gas elpiji 3 kg mulai berangsur membaik. Pihaknya sudah memerintahkan setiap pangkalan gas elpiji melakukan operasi internal. Dimana setiap pangkalan sudah menyediakan gas elpiji 3 kg dan hanya diperuntukan bagi masyarakat khususnya ibu rumah tangga.

“Ketetapan harga sudah ada, setiap pangkalan menjual dengan harga Rp 22 ribu, tidak lebih dari itu. Kalaupun ada yang menjual lebih dari Rp 22 ribu itu dipastikan pengecer, dan pada pangkalan jangan lagi jual ke pengecer. Agen harus awasi pendistribusian,” kata Herman.

Herman pun tidak mempungkiri masih ada oknum yang berani mencari keuntungan di tengah langkahnya gas elpiji 3 kg. Seperti menjual dengan harga yang mahal hingga Rp 30 ribu. Disebutkan Herman, untuk laporan masyarakat memang belum banyak, tapi sudah ada dan itu dari Kecamatan Air Nipis.

Herman juga tidak membantah kalau di kecamatan lain juga sudah banyak mengalami kenaikan harga. “Silakan laporkan saja ke Disperindagko-UM atau langsung ke Asisten II Pemkab BS Novman Ali,” jelas Herman.

Sebelumnya Asisten II juga menegaskan pada agen untuk benar-benar mengawasi penyaluran gas. Jangan sampai masyarakat yang seharusnya membutuhkan tidak dilayani oleh pihak pangkalan. Oleh sebab itu dia meminta semua pihak sama-sama mengawasi gas elpiji di BS. Karena dari Pertamina tidak ada pengurangan jumlah gas untuk BS.(tek)

Berita Lainnya

Tampilan Baru Honda Genio Semakin Atraktif dengan Pilihan Warna Variatif

JAKARTA – PT Astra Honda Motor meluncurkan Honda Genio dengan tampilan baru yang atraktif melalui …

%d blogger menyukai ini: