Rabu , 21 Oktober 2020
Home / Breaking News / Mau Ikut Demo Mahasiswa, 48 Pelajar Diamankan

Mau Ikut Demo Mahasiswa, 48 Pelajar Diamankan


DIAMANKAN: Puluhan pelajar yang diamankan di Polres RL karena berupaya ikut aksi damai mahasiswa tanpa koordinasi. (Foto wanda/rb)

CURUP-Ada-ada saja yang dilakukan puluhan pelajar di Kabupaten Rejang Lebong (RL) kemarin. Mereka nekat berupaya ingin ikut menggelar aksi unjuk rasa damai yang akan dilakukan mahasiswa yang menamakan diri sebagai Aliansi Aktivis Rejang Lebong pagi kemarin (14/10).

Namun belum sempat ikut demo, mereka malah digiring polisi masuk ke dalam mobil Dalmas dan dibawa ke Polres RL untuk dimintai keterangan terkait kehadiran mereka di titik kumpul aksi mahasiswa. Mereka sendiri diamankan saat berada di lingkungan komplek Masjid Agung Baitul Makmur yang menjadi titik kumpul mahasiswa.

Dari data yang didapatkan RB, masing-masing pelajar yang diamankan tersebut berjumlah 48 orang. Rinciannya 33 pelajar SMKN di RL, 3 pelajar SMKS di RL dan 6 pelajar SMA di Kabupaten RL. Sisanya empat pelajar SMK asal Kepahiang dan dua pelajar SMP. Selanjutnya para pelajar ini dipanggil orang tuanya dan dilakukan pembinaan serta membuat surat pernyataan. Baru setelah itu diperbolehkan pulang dengan didampingi orang tua masing-masing.

Kapolres RL AKBP Puji Prayitno, S.IK, MH didampingi Kasat Reskrim AKP Ahmad Musrin Muzni, SH, S.IK kepada RB mengungkapkan, mereka diamankan setelah ada informasi dari para mahasiswa, bahwa para pelajar tidak ikut dalam agenda. Sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan saat unjuk rasa.

‘’Mereka ini awalnya ikut berkumpul di titik kumpul komplek Masjid Agung Baitul Makmur. Namun saat kita tanyakan kepada korlap aksi damai, ternyata para pelajar ini tidak termasuk dalam rombongan mahasiswa. Makanya untuk langkah antisipasi, langsung kita amankan dan saat ditanyai mereka juga bingung menjawab dan kebanyakan mengaku hanya ikut teman saja,’’ terang Puji.

Setelah dipanggil orangtuanya dan mendapatkan pembinaan, para pelajar tersebut diizinkan untuk pulang dan dikembalikan kepada orang tua masing-masing. ‘’Kita juga berpesan ke masing-masing orang tua para pelajar tersebut agar kedepan bisa mengawasi anak-anak mereka. Jangan sampai terlibat kegiatan-kegiatan negatif yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,’’ demikian Puji.(dtk)

Berita Lainnya

Kakek 75 Tahun di Kaur, Hamili Cucu Tiri Umur 14 Tahun

KOTA BINTUHAN – Seorang kakek berumur 75 tahun berinisial Mu di Kabupaten Kaur, Selasa (20/10) …

%d blogger menyukai ini: