Minggu , 29 November 2020
Home / Breaking News / Dimediasi, Pemilik Karaoke Bersedia Tutup

Dimediasi, Pemilik Karaoke Bersedia Tutup


MEDIASI: Kegiatan mediasi antara warga dengan pemilik usaha karaoke yang digelar di Aula Desa Tanjung Alai, Jumat (13/11). (Foto Peri/rb)

LUBUK PINANG – Desakan warga, agar tutupnya tempat usaha karaoke di Desa Tanjung Alai Kecamatan Lubuk Pinang, berhasil. Pemilik usaha, Yo, bersedia memenuhi desakan warga, saat digelar mediasi antara warga dengan pemilik usaha di Aula Desa Tanjung Alai.

Mediasi digelar dari pukul 22.30 WIB Kamis (12/11) malam, berlangsung hingga sekitar pukul 03.00 WIB Jumat (13/11) dini hari. Informasi ini dibenarkan Kapolres Mukomuko AKBP. Andy Arisandi, SH, S.IK, MH melalui Kasubbag Humas, AKP. Anwar Efendi, kemarin.

Dijelas Anwar, didorongnya digelar mediasi, lantaran warga setempat merasa resah, atas beroperasinya usaha karaoke tersebut. Apalagi warga mendapati, di tempat karaoke tersebut, tersedia wanita pemandu lagu.

Lanjut Anwar, ada empat kesepatakan, hasil dari mediasi. Bahwa pemilik usaha itu, bersedia menutup semua aktivitas hiburan seperti apapun yang dimilikinya. Sesuai permintaan warga, agar tidak ada aktivitas apapun dari lokasi usaha dimaksud.

Berikutnya, pemilik usaha menyatakan bersedia memulangkan pemandu karaoke ke daerah asalnya. Termasuk tidak akan lagi melakukan aktivitas jual beli minuman yang mengandung alkohol, di lokasi tersebut. Tidak hanya itu, dari mediasi itu juga didapati kesepakatan, bahwa pemilik usaha bersedia memindahkan usahanya dari wilayah Desa Tanjung Alai dan sekitarnya.

“Alhamdulillah, mediasinya berlangsung cukup kondusif. Situasi dapat dilihat sendiri, aman terkendali,” kata Anwar.

Dalam mediasi itu, menghadirkan sejumlah tokoh masyarakat dan warga setempat. Termasuk menghadirkan tokoh masyarakat dari desa tetangga. Diantara yang hadir, kepala desa Tanjung Alai, perangkat desa Tanjung Alai, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanjung Alai, ketua BPD Pauh Terenja, tokoh adat, kepala kaum, tokoh pemuda, tokoh masyarakat hingga imam masjid dan sejumlah masyarakat Desa Tanjung Alai.

“Usaha karaoke itu dianggap meresahkan warga. Dimediasi untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” demikian Anwar. (hue)

Berita Lainnya

Cegah Penyebaran Covid-19, Polisi Imbau dan Bagikan Masker

BENGKULU – Personel UKL II Polres Bengkulu Polda Bengkulu menggelar operasi yustisi tentang penerapan dan …

%d blogger menyukai ini: