Senin , 30 November 2020
Home / Breaking News / Hanya Dikucur DAK Nonfisik Rp 390 Juta

Hanya Dikucur DAK Nonfisik Rp 390 Juta

PASAR: Aktivitas pedagang dan pembeli di pasar Kabupaten Mukomuko. Tahun depan, Mukomuko tanpa DAK untuk pasar. (Foto PERI/RB)

MUKOMUKO – Kegiatan Bidang Pasar, Industri Kecil dan Menengah, tahun depan nihil dukungan dana alokasi khusus (DAK) fisik. Hanya saja, pemerintah pusat masih memberi perhatian dengan memberikan alokasi DAK nonfisik untuk kegiatan peningkatan kapasitas koperasi dan usaha kecil menengah (UKM).

Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Mukomuko, Nurdiana, SE, M.AP mengakui DAK untuk pasar tidak ada sama sekali. “Tapi kita masih menunggu, berharap masih bisa muncul,” ujarnya.

Dinas ini untuk tahun depan, sementara ini hanya mendapatkan DAK nonfisik dengan anggaran sekitar Rp 390 juta. Menurut Nurdiana, dana tersebut untuk pelaksanaan sejumlah kegiatan pelatihan. Khusus dalam rangka peningkatan sumber daya manusia (SDM) pengelola koperasi dan UKM.

“Dana itu untuk pelatihan koperasi. Karena sumber alokasinya dari Kementerian Koperasi dan UKM,” kata Nurdiana yang juga menjabat Ketua Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Mukomuko.

Sementara pengajuan dari dinas untuk sejumlah kegiatan fisik dan pengadaan bantuan, belum ada yang terakomodir oleh pemerintah pusat. “Kita sudah berusaha untuk pengajuan bantuan sejumlah peralatan. Sudah kita input di sistem aplikasi. Tapi tidak muncul untuk Mukomuko. Kita tidak tahu apa sebabnya,” kata Nurdiana.

Sebelumnya, Disperindagkop) dan UKM Mukomuko mengajukan dana hingga Rp 375 juta ke Kementerian Koperasi dan UKM. Dana itu untuk mendukung Program Penciptaan Iklim UKM (IUKM) yang kondusif di Kabupaten Mukomuko. Dengan target kegiatan untuk 100 UKM. “Pendanaan yang diajukan Rp 200 juta untuk percepatan IUMK melalui koordinasi dan pendampingan IUMK. Lalu Rp 75 juta berupa sosialisasi IUMK dengan pemangku kepentingan dan pelaku usaha. Serta Rp 100 juta untuk monitoring dan evaluasi IUMK,” terangnya.

Selain untuk UKM, Disperindagkop) dan UKM juga mengajukan 1.800 unit peralatan. Khusus untuk membantu pelaku usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) yang bergerak di bidang usaha kuliner.(hue)

Berita Lainnya

Cegah Penyebaran Covid-19, Polisi Imbau dan Bagikan Masker

BENGKULU – Personel UKL II Polres Bengkulu Polda Bengkulu menggelar operasi yustisi tentang penerapan dan …

%d blogger menyukai ini: