Minggu , 29 November 2020
Home / Breaking News / Rp 36,3 Miliar untuk Selamatkan Benteng Anna

Rp 36,3 Miliar untuk Selamatkan Benteng Anna

DISELAMATKAN: Areal dan puing sisa bangunan Benteng Anna ini, mulai diselamatkan tahun depan dengan dibangunan bangunan pengaman erosi Sungai Selagan. (Foto Peri/rb )

MUKOMUKO – Setelah sekian lama, akhirnya langkah penyelamatan komplek Benteng Anna bakal dilakukan tahun depan. Tidak tanggung-tanggung, bangunan pengaman dari ancaman erosi Sungai Selagan itu, rencananya akan dibangun sepanjang 1,2 kilometer.
Dan untuk mewujudkan itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menggelontorkan anggaran hingga Rp 36,3 miliar lebih. Melalui dana APBN tahun anggaran 2021. Pelaksanaannya akan ditangani langsung oleh Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Sumatera VII Provinsi Bengkulu.
Informasi ini dibenarkan Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mukomuko, Bustari, ST, M.Si, kemarin. Diterang Bustari, awalnya ditahun 2020, pusat sempat mengalokasikan dana sekitar Rp 19 miliar, untuk kegiatan yang disebut pembangunan pengendali banjir Air Selagan Benteng Anna. Namun kemudian belum terlaksana, lantaran dibutuhkan kaji ulang desain atau review desain. Sesuai dari rekomendasi teknis dari Balai Teknik Sungai Solo.
“Sempat mau dilelang. Namun setelah pra lelang, konsultasi dulu ke Balai Tehnik Sungai Solo. Ternyata rekomnya direview teknis ulang, diuji ulang. Makanya akhirnya dari awal sekitar rp 19 miliar, ditambah menjadi Rp 36,3 miliar,” ujar Bustari.
Dan sesuai informasi diperoleh pihaknya dari Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII Provinsi Bengkulu, bahwa kegiatan itu pasti dilaksanakan tahun depan. Untuk mempercepat mewujudkan itu, akan dilakukan tender dini terlebih dulu.
“Jadi tendernya akan di laksanakan di akhir tahun ini juga. Setelah itu, baru akan dilaksanakan di tahun 2021,” kata Bustari.
Selain kegiatan tersebut, juga akan dilaksanakan pembangunan pengendali banjir Air Selagan Desa Lubuk Bangko, sepanjang 483 meter. Dengan pagu dana yang dialokasikan, sekitar Rp 5,6 miliar. Juga ada kegiatan peningkatan jaringan tersier Daerah Irigasi (DI) Air Manjuto, sepanjang 7,7 kilometer, dengan dana sekitar Rp 8,9 miliar.
Guna pendampingannya, dialokasikan juga untuk kegiatan supervisi pembangunan pengendali banjir Air Selagan Desa Lubuk Bangko Rp 745,4 juta. Lalu supervisi pembangunan pengendali banjir Air Selagan (Benteng Anna) Rp 1,59 miliar. Dan supervisi peningkatan jaringan tersier DI Air Manjuto Rp 750 juta. Tidak hanya itu, juga akan dilakukan di Mukouko, studi kelayakan bendungan dengan pagu dana Rp 1,97 miliar, survei investigasi desain (SID) air baku Air Ikan Kecamatan Ipuh Rp 1,7 miliar, SID pantai-pantai kritis Rp 1,4 miliar, detail engineering desain (DED) air baku Rp 1,7 miliar dan SID pengendalian banjir Air Manjuto Rp 1,9 miliar.
“Kita sudah sampaikan kepada BWSS VII Bengkulu, apapun yang dibutuhkan, akan didukung asal untuk membangun Kabupaten Mukomuko. Ini mengingat banyak persoalan yang harus ditangani Balai di Mukomuko. Kalau memang perlu didampingi, kita siap mendampingi. Butuh surat-surat dukungan, kita juga akan siapkan,” tukas Bustari. (hue)

Berita Lainnya

Cegah Penyebaran Covid-19, Polisi Imbau dan Bagikan Masker

BENGKULU – Personel UKL II Polres Bengkulu Polda Bengkulu menggelar operasi yustisi tentang penerapan dan …

%d blogger menyukai ini: