Selasa , 19 Januari 2021
Home / Breaking News / Dewan Setuju Sekolah Tatap Muka, Tapi Terapkan Prokes Ketat

Dewan Setuju Sekolah Tatap Muka, Tapi Terapkan Prokes Ketat

Dempo Xler

BENGKULU – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler mengaku setuju dengan kebijakan pemerintah untuk menerapkan sekolah tatap muka di masa pandemi Covid-19 sekarang ini. Bahkan, hal ini diakui Dempo sudah sedari awal dia mendukungnya.

Dempo menyatakan, jika rencana di awal tahun 2021 akan dilakukan sekolah tatap muka langsung maka sangat baik karena dia menilai sekolah yang dilakukan daring selama ini kurang efektif. “Saya katakan sejak awal bahwa saya setuju jika sekolah tatap muka kembali di gelar. Dengan melakukan pembelajaran di sekolah secara daring/online, maka siswa tidak akan mendapat resapan energi dari proses belajar mengajar yang dilakukan. Maka dari itu, kami menilai sekolah dengan metode tatap muka memang cukup penting. Ini sama sepertinya kita menyuapi anak makan, kan tidak mungkin secara online,” jelas Dempo, Senin (23/11).

Kendati belajar tatap muka, namun tetap harus dilakukan dengan sistematika yang baik, khususnya dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 yang ketat seperti menyediakan hand sanitizer atau tempat cuci tangan, kemudian menjaga jarak antar bangku. “Kemudian juga harus diawasi oleh pihak Dinas Kesehatan mungkin juga bisa bekerja sama dengan UKS di sekolah,” paparnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri mengatakan, bahwa memang sudah ada instruksikan terkait pembelajaran tatap muka dari Kemendikbud. Walaupun memang tidak ada penekanan bahwa setiap sekolah di daerah wajib melaksanakannya. “Iya memang sudah ada instruksi, namun di situ kan tidak harga mati,” kata Hamka.

Hamka mengungkapkan, jika memang memungkinkan, nanti Pemprov sendiri akan mengatur sistematikanya. Menurut Hamka, dalam waktu dekat pihaknya akan segera memangil Dikbud Provinsi untuk membahas hal tersebut. “Nanti akan kita bahas bersama Dikbud. Kita akan bicarakan sistematikanya bagaimana, misalnya apakah nanti masukknya bergantian atau bagaimana. Termasuk juga kita akan bicarakan soal mengikuti protokol kesehatannya,” demikian Hamka. (zie)

Berita Lainnya

Rawan Bencana, Tak Punya Alat Berat

PELABAI – Status Kabupaten Lebong yang masuk daftar daerah rawan bencana, tampaknya tidak dianggap suatu …

%d blogger menyukai ini: