Jumat , 22 Januari 2021
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Merasa Ditipu Orang Dekat Calon Bupati

Merasa Ditipu Orang Dekat Calon Bupati

KOORDINASI: Melhan salah satu ASN, staf di DPRD BS mendatangi Unit Tipidter Polres BS soal aduan dengan salah satu orang dekat Gusnan Mulyadi.

KOTA MANNA – Salah satu ASN yang kini duduk sebagai staf di DPRD Bengkulu Selatan (BS) yakni Melhan mendatangi Unit Tipidter Polres BS senin (23/11). Kedatangannya untuk melaporkan orang dekat salah satu calon Bupati BS. Orang yang dilaporkan itu berinisial RM.

Dikatakannya, tujuan dirinya mendatangi Unit Tipidter untuk koordinasi masalah dirinya dengan RM pada tahun 2019 lalu. Diceritakan Melhan, saat itu dirinya dinonjobkan dari jabatan Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (Diklus) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) BS.

Usai dinonjobkan, Melhan bertemu dengan RM untuk membicarakan permasalahannya, sehingga nonjob. Oleh RM jelas Melhan, dirinya diminta uang Rp 20 juta dan dijanjikan akan mengembalikan jabatan Melhan ke posisi semula, sebagai Kabid Diklus Dikbud BS.

Namun setelah ditungu-tunggu, Melhan tidak kunjung dikembalikan jabatannya sebagai Kabid. Daalam perjanjian uang Rp 20 juta tersebut akan dikembalikan oleh RM batas tanggal 23 Maret 2020. Hingga 23 Maret RM belum mengembalikan uangg tersebut secara utuh.

Diungkapkan Melhan berulang kali dirinya menghubungi RM dan juga datang ke rumah RM, namun RM tidak kunjung mengembalian uangnya.

“Dari total Rp 20 juta, baru dikembalikan Rp 5 juta, jadi sisa Rp 15 juta belum dikembalikan oleh RM,” terang Melhan.

Merasa kesal akibat RM tidak juga mengembalikan uangnya, Melhan memilih mendatangi Polres BS. Ia berkoordinasi dengan Unit Tipidter Polres BS mengenai permasalahannya. “Saya konsultasi dulu ke Unit Tipidter,” tambahnya.

Sementara itu, RB mencoba konfirmasi permasalahan Melhan dengan RM. Pada RB, RM membantah apabila dirinya ada jual beli jabatan. Sebab RM mengakui dirinya bukan PNS atau lainnya yang dapat memperjual belikan jabatan.

“Itu utang piutang dan sudah aku cicil Rp 5 juta, sisanya nunggu jemau mbayar utang dengan aku, dan tidak ada kaitan dengan jual beli jabatan karena aku bukan PNS atau pejabat berwenang, itu murni utang piutang keluarga,” jelas RM melalui pesan WhatsApp. (tek)

Berita Lainnya

Usai Tetapkan Nahkoda, Polda Kembali Tetapkan Pemilik Kapal Trawl Sebagai Tersangka

BENGKULU – Polda Bengkulu kembali menetapkan tersangka kasus atas dugaan tindak pidana melakukan penangkapan ikan …

%d blogger menyukai ini: