Sabtu , 23 Januari 2021
Home / Breaking News / Penerapan Prokes Menyesuaikan Kondisi

Penerapan Prokes Menyesuaikan Kondisi

KOORDINASI : Para pelaku WO menemui langsung Pjs Bupati Lebong, H. Herwan mengeluhkan rencana penerapan larangan pesta mulai 1 Desember. (fOTO ARIS/RB)

PELABAI – Penerapan protokol kesehatan (prokes) di tengah ancaman pandemi Covid-19 diakui Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Kabupaten Lebong, H. Herwan Antoni, SKM, M.Kes, M.Si tetap menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Sepanjang ancaman pandemi Covid-19 belum berakhir, protokol kesehatan tetap diberlakukan. Termasuk penegakan disiplin atas pelanggaran yang dilakukan, disesuaikan dengan kondisi ancaman.

‘’Kalau memang sudah berstatus zona merah, tentunya kebijakan yang diberlakukan super ketat, harus lebih ketat dari daerah yang masih berstatus zona kuning atau hijau,’’ kata Herwan usai ditemui belasan pelaku WO yang meminta kelonggaran kebijakan Pemkab Lebong terkait larangan pesta terhitung 1 Desember.

Soal rencana larangan pesta, dipastikannya menyesuaikan dengan situasi dan kondisi status Covid-19 di Kabupaten Lebong. Tidak dipungkirinya kebijakan yang dinilai tidak populer bagi masyarakat itu tetap harus diberlakukan Pemkab Lebong karena status Covid-19 di Kabupaten Lebong yang saat ini terus merangkak naik. Jika aturan protokol kesehatan tidak diperketat, dikhawatirkan penyebaran Covid-19 di Lebong semakin tak terkendali.

‘’Justru itu, walaupun banyak suara penolakan dari berbagai elemen masyarakat, Pemkab Lebong tetap akan memberlakukan larangan pesta. Pertimbangannya murni demi keselamatan masyarakat karena bagi kami langkah pencegahan jauh lebih baik dari pada mengobati,’’ ungkap Herwan.

Terkait permintaan sejumlah pelaku wedding organizer (WO) di Lebong yang meminta Pemkab Lebong mengurungkan larangan pesta, Herwan pastikan tidak bisa diakomodir. Namun ia membantah jika kebijakan itu dinilai membunuh mata pencaharian pelaku WO. Soalnya yang dilarang hanya pestanya. Sedangkan untuk kelangsungan akad pernikahan di tengah pandemi Covid-19 sama sekali tidak ada larangan dari Pemkab Lebong.

‘’Itu artinya jalan usaha bagi pelaku WO tidak ditutup karena tetap bisa menjual jasa tata riasnya kepada orang yang hendak menikah. Kalau nanti kasus Covid-19 di Lebong terus menurun sehingga statusnya kembali hijau, tentu saja disesuaikan lagi aturan protokol kesehatannya karena dalam penerapannya selalu kami evaluasi,’’ tutup Herwan.(sca)

Berita Lainnya

Usai Demo, Nelayan Pulau Baai Akan Dimediasi Polda Bengkulu Senin Mendatang

BENGKULU – Setelah melakukan pemblokadean arus lalu lintas di kawasan jalan Simpang Kandis Kampung Melayu …

%d blogger menyukai ini: