Jumat , 22 Januari 2021
Home / Berita Utama / Simpatisan R2 Ngadu ke Polda atas Dugaan Laporan Palsu

Simpatisan R2 Ngadu ke Polda atas Dugaan Laporan Palsu

KETERANGAN PERS: Tim Relawan dan Simpatisan Rohidin Mersyah – Rosjonsyah (R2) melalui Kuasa Hukumnya saat memberikan keterangan pers. (hasrul/rb)

BENGKULU – Tampaknya debat kandidat paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu yang mencuatkan uang Rp 25 juta akan panjang. Ini setelah Direktur LPHB, Tarmizi Gumay, SH, MH yang sempat melaporkan perihal itu ke Kejati Bengkulu, juga diadukan ke Polda Bengkulu oleh simpatisan paslon Rohidin Mersyah – Rosjonsyah (R2).

Tim Relawan dan Simpatisan R2 melalui Kuasa Hukumnya, Hotma T. Sihombing, SH mengatakan, pihaknya pada Senin (30/11) mendampingi Tim Relawan R2 melayangkan laporan ke Polda atas dugaan laporan palsu. “Dalam laporan kita, sebagai terlapor adalah Direktur LPHB, Tarmizi Gumay yang telah menuduh Pak Rohidin menerima uang Rp 25 juta,” jelasnya.

Dia menjelaskan, perihal uang itu dimunculkan saat debat kandidat Paslon Gubernur dan Wagub beberapa waktu lalu, dan tentang uang Rp 25 juta itu sebenarnya sudah selesai pada saat debat. Namun belakangan muncul lagi, bahkan terlapor melaporkan perihal uang itu ke Kejati Bengkulu. Hanya saja dalam laporan terlapor tidak sesuai dengan isi saat debat.

“Ada perbedaan substansi laporan terlapor dengan fakta sebenarnya pada saat debat. Bahkan sangat jauh berbeda setelah Pak Rohidin mengklarifikasi persoalan uang itu,” ungkapnya.

Oleh karena itu, atas hal itu pihaknya melayangkan laporan ke Polda Bengkulu atas dugaan laporan palsu yang bisa berujung pada dugaan pencemaran nama baik. Kuasa Hukum lainnya, Jecky Haryanto, SH menambahkan, sebagaimana diketahui, sebuah laporan itu harus ada bukti awalnya.

Namun terlapor hanya mengambil isi debat. “Kalau kita dengar transkrip dalam debat, sama sekali tidak ada sangkut paut antara uang dengan mutasi. Jadi kita menduga ini juga upaya politisasi untuk menjatuhkan Paslon R2,” sesal Jecky.

Tim Relawan R2, Magdalena menyampaikan, dengan laporan yang disampaikan terlapor, secara langsung merugikan Paslon R2 karena niatnya untuk membentuk opini di tengah-tengah masyarakat. (zie)

Berita Lainnya

Usai Tetapkan Nahkoda, Polda Kembali Tetapkan Pemilik Kapal Trawl Sebagai Tersangka

BENGKULU – Polda Bengkulu kembali menetapkan tersangka kasus atas dugaan tindak pidana melakukan penangkapan ikan …

%d blogger menyukai ini: