Selasa , 19 Januari 2021
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Pohon Tumbang, Atap Rumah Beterbangan

Pohon Tumbang, Atap Rumah Beterbangan

RUSAK: Inilah salah satu bangunan yang atapnya rusak yang disebabkan oleh hujan dan angina kencang. (Foto JERI/RB)

BENTENG – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), kemarin sekitar pukul 12.30 WIB, mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan atap rumah warga beterbangan. Diantaranya pohon karet di kawasan Desa Talang Pauh Kecamatan Pondok Kelapa dan di Desa Lubuk Sini Kecamatan Taba Penanjung. Kemudian atap rumah dan auning bengkel warga di Desa Nakau dan Kembang Seri Kecamatan Talang Empat.

Saat RB melakukan konfirmasi kepada Asmi, pemilik Bengkel di Desa Nakau yang atapnya rusak diakibatkan badai. Ia mengatakan saat angin kencang dirinya berada di bawah auning bengkel. Angin semakin kencang sehingga membuat atap auningnya terangkat dan berterbangan, sepontan ia langsung bergerak keluar dari auning.

“Saya sangat terkejut ketika mendengar atap auning bengkel saya terbang, makanya takut membahayakan, saya langsung bergegas pergi menjauh. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun untuk kerugian yang saya alami berkisar Rp 12 juta,” jelasnya.

Di tempat yang lainnya, pengendara sepeda motor, Marzuki membenarkan jika ada salah satu pohon karet yang tumbang di jalan lintas Desa Talang Pauh menuju Desa Sidodadi sehingga sempat memakan setengah badan jalan. Bahkan akibat kejadian ini, jalur sempat terjadi macet beberapa menit.

“Saya mau menuju ke Desa Pondok Kelapa, akan tetapi tiba-tiba di jalan saya lihat pohonnya sudah jatuh. Saya menunggu pengendara lain untuk membantu saya menyingkirkannya,” ujarnya.

Dia menambahkan, memang belum seluruh batang pohon yang jatuh, pohon utama masih bergantung diatas badan jalan. Harapannya, cepat disingkirkan lantaran dikhawatirkan menimpa pengendara lain yang sedang melintas.

“Kita berharap dengan kondisi cuaca hujan serta angin yang saat ini melanda Benteng, kita berharap kepada Dinas terkait untuk bisa memangkas pohon yang memang sudah tua dan sudah rapuh, karena ini semua demi keselamatan warga yang bekendara,” demikian Marzuki.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Benteng, Samsul Bahri, S.Pd, MM menjelaskan, ia meminta dan mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dalam berkendaran atau berada diluar rumah. Karena saat ini Benteng dalam kondisi hujan yang disertai angin kencang dan dikhawatirkan akan terus datang hingga akhir tahun.

“Maka dari itu kita meminta kepada warga untuk lebih waspada apabila memang ada urusan mendesak keluar rumah dalam kondisi cuaca hujan disertai angin kencang. Kemudian saya meminta kepada orangtua untuk lebih ekstra lagi dalam memperhatikan gerak-gerik anaknya, jangan sampai anaknya berada diluar rumah saat cuaca hujan disertai angin kencang,” katanya

Lanjutnya, BPBD berharap kepada masyarakat agar untuk segera melaporkan kepada BPBD apabila terjadinya bencana alam. “Baik itu bencana banjir, longsor hingga bencana yang lainnya. “Apabila sudah berkoordinasi dengan kita, maka kita bisa langsung menindaklanjuti hingga menolong ketempat kejadian,” tutup Samsul. (jee)

Berita Lainnya

Rawan Bencana, Tak Punya Alat Berat

PELABAI – Status Kabupaten Lebong yang masuk daftar daerah rawan bencana, tampaknya tidak dianggap suatu …

%d blogger menyukai ini: