Selasa , 19 Januari 2021
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Gedung Isolasi Belum Beroperasi

Gedung Isolasi Belum Beroperasi


ISOLASI: Pembangunan gedung isolasi RSUD Benteng sudah selesai 100 persen. (Foto JERI/RB)

BENTENG – Pembangunan gedung isolasi, ruang rekontaminasi dan kamar mayat yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) saat ini sudah selesai dikerjakan. Akan tetapi hingga saat ini gedung tersebut belum bisa beroperasi karena belum terpasang secara permanennya listrik dan air.

Hal ini diungkapkan Direktur RSUD Benteng, dr. Listikarini Hilen Widiastuti. Dia mengatakan, untuk pengerjaan fisik gedung isolasi, ruang rekontaminasi dan kamar mayat memang sudah selesai. Akan tetapi gedung tersebut belum bisa digunakan karena listrik dan air belum tersambung permanen. Saat ini hanya sambungan sementara.

“Kita belum dapat memastikan kapan penempatan gedung isolasi. Karena gedung tersebut sudah bisa kita gunakan apabila persyaratan administratif dan instalasi listrik serta air dipasang permanen. Kalau untuk serah terima aset menjadi wewenang Dinkes, karena kita RSUD di bawah naungan Dinkes,” jelasnya.

Hilen menambahkan, saat ini hanya listrik dan air saja yang belum dipasang. Untuk kelengkapan yang lainnya sudah lengkap dan sampai di RSUD Benteng. seperti bola lampu, instalasi hepafilter permanen untuk menciptakan tekanan negatif juga sudah selesai dan siap, oksigen sentral sudah ada serta Alkes juga sudah tersedia.

“Kita berharap untuk kelengkapan listrik dan air permanen segera dipasang agar kita segera bisa mengunakan gedung tersebut,” harap Hilen.

Lanjutnya, untuk kegunaan gedung isolasi, RSUD tidak hanya menggunakannya untuk isolasi pasien Covid-19 saja. Namun akan digunakan juga sebagai ruas isolasi pasien dengan penyakit menular dan berbahaya lainnya.

“Kita mendesain gedung isolasi ini bukan hanya untuk dipergunakan pasien Covid-19 saja. Bila ke depannya wabah Covid-19 ini sudah berlalu, maka gedung dan alkesnya bisa digunakan untuk mengisolasi pasien TBC, hepatitis dan pasien yang dikategorikan memiliki penyakit menular dan memang harus masuk ke dalam ruang isolasi,” ujarnya.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Benteng, Harmen Junaidi, ST mengatakan pengerjaan secara fisik gedung telah rampung. Selanjutnya melengkapi beberapa peralatan lain dalam gedung. Gedung ini didirikan di lahan seluas 420 m2, dengan ruangan yang dapat digunakan kurang lebih sebanyak 6 – 10 ruangan untuk isolasi pasien.(jee)

Berita Lainnya

Rawan Bencana, Tak Punya Alat Berat

PELABAI – Status Kabupaten Lebong yang masuk daftar daerah rawan bencana, tampaknya tidak dianggap suatu …

%d blogger menyukai ini: