Selasa , 19 Januari 2021
Home / Breaking News / Satu Lagi Pasien Covid Meninggal

Satu Lagi Pasien Covid Meninggal

DINI HARI: Satu warga meninggal dunia dengan hasil swab positif Covid-19, dimakamkan Selasa (22/12) malam.

MUKOMUKO – Satu warga Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko, dikebumikan Selasa (22/12) dini hari. Pemakamannya dilakukan oleh petugas khusus dengan mengenakan alat pelindung diri lengkap. Jenazah dikuburkan bersamaan dengan peti yang sudah ditangani dengan protokol Covid-19.

“Pemakaman melibatkan sejumlah personel dari Polsek Teramang Jaya dan Satgas Penanganan Covid-19 desa setempat,” kata Kapolres Mukomuko AKBP. Andy Arisandi, SH, S.IK, MH.

Warga yang meninggal dunia ini perempuan berusia 50 tahun. Ia diduga tertular Covid-19 dari pasien Covid-19 lainnya. “Ia kontak erat dengan pasien Covid-19,” tambah Kapolres.

Warga tersebut pada 19 Desember 2020 mengalami sakit. Atas kondisinya itu, pada 20 Desember 2020, ia dibawa oleh pihak keluarga ke Puskesmas Bantal. Ia sempat dirawat inap sampai hari berikutnya, 21 Desember 2020. “Sekitar pukul 10.00 WIB, kondisi pasien makin membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Sehingga dirujuk untuk dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Mukomuko,” terang Kapolres.

Namun siapa menyangka, baru dirawat beberapa jam, sekitar pukul 19.00 WIB, pasien dinyatakan dokter sudah meninggal dunia. Karena hasil swab sebelumnya pasien positif Covid-19, dengan begitu penanganan jenazahnya pun dilakukan dengan prosedur Covid-19. Warga ini dikebumikan di tempat pemakaman umum desa setempat secara protokol Covid-19. Aktivitas pemakaman pun berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB hingga selesai sekitar pukul 00.30 WIB.

“Pemakamam di tempat pemakaman umum itu setelah dipastikan masyarakat setempat tidak ada yang menolak jasadnya dimakamkan di TPU tersebut,” pungkas Kapolres.

Kapolres mengimbau agar warga benar-benar menjaga diri. Sebab Covid-19 ini bukan perkara main-main. “Butuh kesadaran semua pihak. Bahwa Covid-19 ini benar-benar ada. Apalagi sampai hari ini, tren penambahan kasus masih terlihat,” ingatnya.

228 Kasus Positif

Makin mencemaskan, kasus positif nyaris bertambah setiap hari di Mukomuko. Terbaru, 19 warga Mukomuko dinyatakan positif terpapar Covid-19. Dengan angka penambahan baru itu, menjadikan Mukomuko dengan total kasus sejak pandemi Covid-19 mencapai 228 kasus positif.

Tak hanya itu, data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Mukomuko, sudah 11 warga Kabupaten Mukomuko yang meninggal dunia dengan status positif terpapar Covid-19. “Sebanyak 11 orang meninggal dunia, 184 orang sembuh atau selesai isolasi, dan sebanyak 25 orang lainnya sedang melaksanakan isolasi mandiri. Termasuk pasien Covid yang baru keluar hasil swabnya,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Mukomuko, Bustam Bustomo, SKM.

Khusus 11 kasus baru, tersebar di Kecamatan Air Dikit sebanyak 2 kasus, Kecamatan Air Manjunto sebanyak 3 kasus, Kecamatan Teramang Jaya sebanyak 1 kasus, Kecamatan Kota Mukomuko sebanyak 4 kasus, dan di Kecamatan XIV Koto sebanyak 1 kasus. Sedangkan 8 kasus baru lagi, baru diterima informasinya oleh Satgas kemarin (22/12).

“Sebagian besar kasus positif baru ini merupakan kontak erat dari pasien sebelumnya,” kata Bustam. Ia tidak dapat memastikan, apakah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Mukomuko bakal terus bertambah atau akan berhenti.

Dijelasnya, sepanjang perilaku masyarakat tidak ikut menjalankan protokol kesehatan, maka dapat dipastikan, kasus terkonfirmasi memiliki peluang besar bertambah. Bahkan bisa saja terjadi akan meledak jumlahnya.  “Jika masyarakat dapat menjalankan protokol kesehatan dan menaati surat edaran yang dikeluarkan Bupati selaku Ketua Satgas, mudah-mudahan kasus dapat dihentikan,” terang Bustam.

Jika pun ada yang terkonfirmasi positif, setelah penerapan ketat protokol kesehatan, Bustam yakin jumlahnya tidak akan banyak. Oleh sebab itu, sekarang ini kuncinya hanya ada pada kesadaran masyarakat. “Kalau masyarakat sadar dengan patuh terhadap protokol kesehatan, mudah-mudahan mata rantai penyebaran Covid dapat dihentikan dengan cepat,” terang Bustam.

Ia mengingatkan masyarakat untuk dapat mematuhi surat edaran yang disampaikan Bupati. Untuk pengawasan penerapannya, surat tersebut sudah ditujukan ke seluruh Satgas Penanganan Covid-19 di tingkat kecamatan maupun tingkat desa.(hue)

Berita Lainnya

Rawan Bencana, Tak Punya Alat Berat

PELABAI – Status Kabupaten Lebong yang masuk daftar daerah rawan bencana, tampaknya tidak dianggap suatu …

%d blogger menyukai ini: