Selasa , 19 Januari 2021
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Pemkab BS Dapat Tambahan Alat Berat

Pemkab BS Dapat Tambahan Alat Berat

RUSAK: Satu unit alat berat milik Pemkab BS di DLHK sudah rusak berat, dan 2021 Pemkab dapat tambahan satu unit excavator. (Foto RIO/RB)

KOTA MANNA – Alat berat  menjadi persoalan di Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), sebab hingga saat ini Alber yang ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sulit untuk dikerahkan ketika bencana terjadi, lantaran masih mengerjakan proyek pembangunan, sehingga 2021 Pemkab BS mengusulkan pembelian alat berat jenis buldoser.

Minimnya alat berat yang mampu dioperasikan saat bencana melanda Kabupaten BS langsung disikapi oleh Pemkab BS, bahkan pada tahun 2021 mendatang BS akan membeli alat berat jenis buldoser untuk penanganan bencana seperti tanah longsor maupun bencana lainnya.

Sebab alat berat yang ada di Kabupaten BS hanya sedikit yang mampu dioperasikan, apalagi khususnya Dinas PUPR dan Perikanan yang selalu kewalahan ketika ingin mengerahkan alat berat saat BS di landa tanah longsor maupun pendangkalan muara pantai Pasar Bawah.

Saat ini di kabupaten BS tercatat memiliki sekitar 6 unit alat berat. Disayangkan hanya alat berat milik Dinas PUPR yang mampu dioperasikan. Sementara alat berat jenis excavator Dinas Perikanan dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) BS dalam kondisi rusak berat.

Oleh karena itu tahun depan Pemkab BS memastikan wajib membeli alat berat guna penanganan bencana alam, yang akan difokuskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) BS.

“Di BS terdapat wilayah Ulu Manna yang rawan bencana alam, untuk tahun 2021 Pemkab ada tambahan alat berat,” terang Kepala BPBD BS Yarusdi Yunir, S.Sos.

Sehingga dengan pembelian alat berat ini, ketika bencana melanda Pemkab BS tidak akan kesulitan untuk memobilisasi alat berat ke lokasi. Karena sudah didatangkan satu unit excavator seharga Rp 1 miliar lebih.

Sementara itu DPRD BS berharap banyak Pemkab BS tidak kesulitan lagi dalam menangani bencana alam pasca di datangkannya alat berat nantinya. Karena selama ini dewan mengamati penanganan bencana alam selalu terkendala alat berat yang lambat tiba di lokasi.

“Intinya setiap ada masalah atau gangguna bencana alam, Pemkab sudah punya alat tambahan dan diharapkan itu jadi solusi,” ujar Ketua DPRD BS Barli Halim, SE.(tek)

Berita Lainnya

Rawan Bencana, Tak Punya Alat Berat

PELABAI – Status Kabupaten Lebong yang masuk daftar daerah rawan bencana, tampaknya tidak dianggap suatu …

%d blogger menyukai ini: