Selasa , 19 Januari 2021
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Disuruh Pelihara, Kerbau Dijual

Disuruh Pelihara, Kerbau Dijual


LAPOR: Roni Najam (60) warga Kelurahan Tanjung Mulia melaporkan YR (35) karena diduga menghilangkan kerbau miliknya, Selasa (29/12). (Foto RIO/RB)

KOTA MANNA – Niat baik Roni Najam (60) warga Jalan A. Yani Kelurahan Tanjung Mulia, Pasar Manna tidak diterima dengan baik oleh YR (35) warga Gunung Mesir, Pasar Manna. Kerbau sebanyak tiga ekor milik Roni diduga dijual oleh YR. Roni akhirnya melaporkan hal tersebut ke Polres Bengkulu Selatan (BS) Selasa (29/12).

Seharusnya kerbau yang dititipkan Roni tersebut dijaga dan dipelihara dengan baik. Namun tiga ekor kerbau itu saat ini tidak diketahui lagi keberadaannya. Oleh sebab itu merasa jadi korban dengan hilangnya kerbau miliknya, Roni melaporkan kejadian ini ke polisi.

Dikatakan Roni, dirinya percaya dengan YR, dimana kerbau miliknya dititipkan ke YR. Saat itu YR tidak keberatan untuk memelihara kerbau milik Roni. Pertengahan Maret lalu, kerbau diserahkan ke YR, tapi bulan Juli, kerbau sudah tidak ada lagi.

Setelah ditanyakan ke YR, kerbau tersebut sudah dijual oleh YR dengan berbagai alasan yang disampaikan ke Roni. Merasa dikecewakan, Roni menuntut YR untuk mengganti rugi kerbau miliknya. Akan tetapi melihat tingkah YR semakin hari tidak menunjukkan keseriusan untuk bertanggungjawab atas perbuatannya, Roni akhirnya memperkarakan perbuatan YR.

“Berulang kali ditanyakan ke YR kapan bisa mengganti kerbau itu, tapi YR tidak ada niat baik untuk mengganti kerbau saya, maka saya tempuh jalur hukum,” jelas Roni.

Disebutkan Roni, ia mengalami kerugian hingga Rp 35 juta. Namun dengan tidak ada niatan baik yang dilakukan YR, dia berharap pihak kepolisian bertindak. Roni juga memegang surat perjanjian antar kedua belah pihak saat penyerahan kerbau beberapa waktu lalu.

Kapolres BS AKBP. Deddy Nata, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP. Rahmat Hadi Fitiranto, SH, S.IK didampingi Kanit Tipidter Ipda. Priyanto, SH mengatakan apabila bukti dan hasil penjelasan dari pelapor sudah lengkap dan cukup, maka pihaknya akan memanggil terlapor guna dimintai keterangan.(tek)

Berita Lainnya

Rawan Bencana, Tak Punya Alat Berat

PELABAI – Status Kabupaten Lebong yang masuk daftar daerah rawan bencana, tampaknya tidak dianggap suatu …

%d blogger menyukai ini: