Minggu , 17 Januari 2021
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Wajib Lestarikan Kearifan Lokal BS

Wajib Lestarikan Kearifan Lokal BS

TEGUR INVESTOR: Wakil Bupati BS, Rifai Tajudin dan jajaran melihat langsung lokasi Wisata Alam Sekunyit, dan mengingatkan investor untuk melestarikan budaya lokal.

KOTA MANNA – Pemkab Bengkulu Selatan (BS) menekankan agar seluruh investor yang akan menanam modal di BS wajib melestarikan kebudayaan dan menjaga kearifan lokal. Sebab untuk proses perizinan sudah banyak kemudahan bagi para investor.

Tahun 2021 ini, Pemkab memastikan tidak akan mempersulit para investor untuk menanamkan modal di Kabupaten BS. Kehadiran para investor bisa menjadi indikator kemajuan daerah khususnya di sektor pariwisata. Selama ini sektor pariwisata masih belum banyak dilirik para penanam modal, baik level regional maupun internasional.

Wakil Bupati BS, Rifai Tajudin mengatakan pemerintah daerah mendorong kemajuan sektor pariwisata. Akan tetapi setiap kawasan wisata yang digarap pihak ketiga, wajib untuk mengedepankan kebudayaan dan kearifan lokal BS.

Saat ini di Kabupaten BS sudah ada Wisata Alam Sekunyit (WAS) di Desa Pagar Dewa, Kota Manna yang menjadi icon baru. Bahkan apapun yang menjadi kebutuhan pemilik wisata akan diakomodir, seperti perizinan dan dukungan lainnya. “Pemerintah tidak mempersulit, Pemkab BS siap mendukung apapun langkah investor untuk melakukan usaha di BS. Namun penting untuk diikuti budaya lokal, jangan bertentangan apalagi menyinggung budaya lokal,” tegas Wabup saat melihat langsung lokasi WAS, kemarin.

Sementara itu, pemilik WAS, Ahua berjanji pihaknya siap menerima saran dan kritik untuk pengembangan WAS. Baginya apapun saran dan kritik masyarakat BS, terbaik untuk pengembangan wisata di BS. “Semakin banyak guru semakin sempurna ilmu kita. Saran serta masukan akan kami lakukan, dan WAS kami perbaiki dan siap ikut kearifan lokal,” ujar Ahua.

Sebelumnya, lokasi WAS sempat mendapat kritikan dan kecaman dari pemuka agama dan masyarakat BS. Sebab lokasi WAS sempat viral lantaran beberapa bangunan dan isi WAS mengandung unsur patung telanjang, foto vulgar dan relief yang bertentangan dengan budaya islam di BS. Oleh sebab itu, Pemkab BS melakukan sidak guna memastikan lokasi WAS segera berbenah dan ikut budaya lokal.(tek)

Berita Lainnya

Meski Telah Ada Vaksin, Wawali Minta Masyarakat Tetap Patuhi Prokes 

BENGKULU – Saat ini Pemerintah Republik Indonesia telah melakukan upaya penanganan pencegahan penularan Covid-19 dengan …

%d blogger menyukai ini: