Jumat , 3 September 2021
BANNER


BANNER


BANNER
Home / Inspiring / Yudi (39), Owner-nya Ojol Mulia Kurir, Pandemi Lahirkan MK (bagian 2-tamat)

BANNER


BANNER

Yudi (39), Owner-nya Ojol Mulia Kurir, Pandemi Lahirkan MK (bagian 2-tamat)

AKTIF: Aktivitas mitra driver MK memenuhi orderan. (foto: ist/rb)

 

EDISI sebelumnya, telah dikisahkan aplikasi ojek online (Ojol) Mulia Kurir (MK), rintisan Yudi Ardiyandi (39) yang baru ditelurkan 12 Oktober 2020 lalu. Nama Mulia sendiri, terinspirasi dari nama sang ibu sebagai sosok yang paling dihormatinya.

Terkini, Ojol MK makin dikenal. Setidaknya sudah menjadi sarana jasa sarana angkutan barang dan orang yang sudah biasa digunakan pelanggannnya di Kabupaten Lebong. Kepada rakyatbengkulu.com di kediamannya Kelurahan Embong Panjang Kabupatan Lebong, pekan lalu, Yudi menuturkan kelahiran MK sangat dipengaruhi pandemi Covid-19.

Disaat dirinya tak memiliki pekerjaan, rekan-rekan sejawat juga mengalami hal yang sama. Sebagai ayah dari 3 orang anak, dirinya mesti berpikir keras agar tetap bertahan hidup. Apalagi, latar belakang keluarganya bukanlah dari kalangan berduit.

“Saya analisa dan berfikir walaupun saat Covid-19, bagaimana caranya tetap bisa mencari nafkah. Hingga timbul pikiran membuat aplikasi ojek online Mulia Kurir,” sampainya. Berbekal sedikit ilmu Teknologi Informasi yang didalaminya di Sekolah Tinggi Teknologi Pelita Bangsa, Yudi pun ingin berbuat.

Tepat pada 12 Okteber 2020, dia memberanikan diri meluncurkan aplikasi Ojol MK. Rintangan, terus menghadang. Awalnya, MK yang dikelola dengan mengandalkan jejaring media sosial hanya memiliki 3 driver mitra.

“Saya ingat itu awalnya cuma dapat 4 orderan, dengan 3 driver. Alhamdulilah, sekarang bahkan sempat dalam satu hari kami mendapatkan sebanyak 200 orderan. Sejauh ini kita memiliki mitra driver sebanyak 28 driver dan 300 lebih mitra dagang,” tambah Yudi.

Untuk menjadi mitra, diharuskan melakukan top up saldo melalui aplikasi. Selaku pengelola, pihaknya memotong saldo sebanyak 15 persen dari nilai ongkos orderan yang masuk. “Driver kita, kita fasilitas dengan BPJS Ketenagakerjaan dan itu kita yang membayar,” sebutnya.

Disampaikan, saat ini dia lebih memprioritaskan penghasilan untuk mitra yang bekerja pada aplikasi miliknya tersebut. “Aplikasi MK didownload 4.000 lebih, rata-rata penguna dari Kabupaten Lebong dan Kabupaten Rejang Lebong. Kita cek satu bulan lalu aplikasi ini tersedia di 16.000 lebih perangkat,” tambahnya.

Dengan adanya aplikasi yang diciptakan Yudi tersebut dapat membantu masyarakat untuk tetap mencari nafkah meskipun saat ini masih dalam pandemi Covid-19. Dirinya berharap dengan adanya aplikasi ini akan lebih banyak lagi masyarakat yang terbantu nantinya. (tok)

Berita Lainnya

Petani Rejang Lebong Sulap Bekas Kebun Kopi jadi Kebun Apel, Dibuka untuk Agrowisata

SINDANG DATARAN – Warga Desa IV Suku Menanti Kecamatan Sindang Dataran Kabupaten Rejang Lebong, Suli …

%d blogger menyukai ini: