Selasa , 27 April 2021
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Kasus Pemerasan Guru Agama, Tersangka Ngaku Pernah Disekap Korban

Kasus Pemerasan Guru Agama, Tersangka Ngaku Pernah Disekap Korban

ARGA MAKMUR – Tersangka dugaan pemerasan, UC (66) dan anak perempuannya CDK (24) yang kini meringkuk di balik jeruji besi bukan hanya tak mengakui tuduhan pemerasan ataupun perampasan. CDK juga mengaku sempat diperlakukan tidak senonoh oleh AS oknum guru agama yang berstatus guru bantu daerah (GBD) di salah satu SMA tersebut.

Julisti Anwar, SH pengacara CDK menuturkan jika kliennya mengaku sempat menerima perlakuan tidak senonoh oleh AS. Bahkan, AS pernah membawa CDK ke hotel di Kota Bengkulu dan Arga Makmur dan melarangnya keluar dari kamar hotel.

“Kami menilai CDK dalam hal ini sebagai korban. Pelaku AS ini mengajak korban untuk menikah secara siri dan melarangnya keluar dari kamar hotel,” katanya.

Ia juga menuturkan jika Hp yang ada di tangan UC bukan barang hasil rampasan ataupun pemerasan. Hp tersebut memang diberikan AS pada CDK dengan alasan untuk merayu orangtunya, UC agar menyetujui pernikahan keduanya secara siri.

“Justru klien kami yang saat ini dilaporkan pemerasan, makanya klien kami sangat terpukul,” ujarnya.

Ia juga sudah melaporkan kejadian ini ke Dinas Pendidikan sebagai instansi induk tempat AS bekerja. Ia meminta adanya sanksi yang diberikan pada AS lantaran dinilai sudah berbuat hal yang  tercela dan tidak mencerminkan pendidik.

“Kami sudah laporkan ke Dispendik, agar pimpinannya tahu dan memberikan sanksi,” tegasnya.

Sementara itu pengacara AS, Nuroni, SH menuturkan jika dirinya tidak mengetahui prihal adanya penyekapan tersebut. Ia menuturkan jika keliennya tidak pernah bercerita soal hal tersebut. Kliennya sendiri melapor ke polisi lantaran merasa diperas dan diancam oleh kedua pelaku.

 “Jadi kalau soal adanya penyekapan, itu tidak pernah diceritakan dan dibahas sama sekali,” katanya.

Dituturkannya tidak ada hubungan yang spesial antara AS dan CDK. AS mengenal CDK lantaran dikenalkan oleh UC orangtua CDK sendiri hingga akhirnya terjadi tindak pidana.

“Namun memang mereka ini sudah dekat, karena memang UC sendiri sering berkunjung ke kediaman AS,” pungkas Roni. (qia)

<img src=https://rakyatbengkulu.com/wp-content/uploads/2021/04/LOMBA-VIDEO-ok-baru-min-nian.gif" alt="BANNER" width="800" height="600">

Berita Lainnya

ATK Fiktif di Kantor Wakil Rakyat, Potensi Kerugian Negara Rp 225 Juta

  ARGA MAKMUR – Ternyata temuan kerugian negara terkait pelaksanaan anggaran di Sekretariat DPRD Bengkulu …

%d blogger menyukai ini: