Selasa , 24 Agustus 2021
BANNER


BANNER


BANNER
Home / Madrasah / Anak Madrasah, Tetap Berprestasi Selama Pandemi

BANNER


BANNER

Anak Madrasah, Tetap Berprestasi Selama Pandemi

PRESTASI: Pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Model Bengkulu yang berprestasi membanggakan sekolah, baik tingkat Lokal maupun tingkat Nasional.

 

Anugra Agustian Eka Putra, Raih Medali Perunggu KSI POSI 2021

PANDEMI Covid-19, tidak menyurutkan semangat belajar  Anugra Agustian Ekaputra kelas XI IPS 2. Ini dibuktikan dengan keberhasilnya menyebet medali perunggu tingkat nasional, dalam Kompetensi Sains Indonesia (KSI) Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia (POSI), Februari lalu. Sebanyak 75 soal berhasil diselesai Anugra dengan baik dalam waktu 90 menit.

“Kompetisinya terbuka untuk sekolah umum dan madrasah, lantas saya ikut mendaftar dan sekolah memberikan support untuk saya mengikuti kegiatan ini. Alhamdulillah berhasil juara III, “ terang Anugra yang sudah hapal 3 juz Al-qur’an.

Menjelang kompetisi, dituturkan Anugra, pihak sekolah memberikan bimbingan khusus, . yakni berupa latihan soal yang dikerjakan selama dua jam.

“Banyak kisi-kisi soal dibagikan, kemudian dikerjakan mandiri, karena pandemi, jadi semuanya dilakukan secara daring,” imbuh Anugra.

Atas prestasinya tersebut, Anugra yang bercita-cita menjadi polisi ini mengaku mendapatkan reward khusus dari sekolah. “ Dapat uang pembinaan juga, yang pastinya senang dan semakin termotivasi untuk berprestasi,” pungkasnya.

Muhammad Malik Rondesha, Juara I Pencak Silat STIE CUP Regional se-Sumatera

SATU lagi prestasi yang berhasil ditorehkan MAN 1 Model Kota Bengkulu. Salah satu siswanya Muhammad Malik Rondesha siswa Kelas XI IPS 3 berhasil menyabet Juara Pencak Silat STIE CUP Regional se-Sumatera, di di GOR Alam Kerinci Kota Sungai Penuh Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi,  tanggal 13 – 18 Februari.

Malik mengaku pandemi Covid-19 tidak menyurutkan niatnya untuk mengukir prestasi. Ia bangga bisa meraih juara di ajang regional.

“Ikut untuk kategori berat badan 39-43 kg. ’Kelas yang dipertandingkan dalam kejuaraan ini adalah semua kelas, dari kelas A sampai dengan H dari gabungan kategori dewasa dan remaja,” terang Malik yang bercita-cita ingin menjadi polisi.

Sebanyak 504 peserta hadir dalam kompetisi regional tersebut. dari seluruh provinsi yang ada di Sumatera kecuali Aceh yang berhalangan hadir. Muhammad Malik Rondesha, meraih Medali Emas dalam kelas A yang terdiri dari gabungan kategori dewasa dan remaja, kemudian disusul oleh Doni Saputra meraih medali Perak (Jambi) dan Toby Fadrehan meraih Perunggu (Sumbar). Selanjutnya Muhammad Malik Rondesha akan mempersiapkan diri untuk kejuaraan selanjutnya yaitu POPNAS yang akan diadakan di Palembang.

“Sekolah memberikan dukungan maksimal untuk mengikuti perlombaan, mulai dari sarana latihan hingga guru yang membantu sehingga saya dapat mempersiapkan diri semaksimal mungkin,” pungkas Malik yang tengah mempersiapkan diri untuk ajang POPNAS.

Zahira Haniyyah, Juara III Lomba Baca Puisi

HARU dan bangga dirasakan Zahira Haniyyah, karena berhasil memboyong juara III lomba baca puisi SMA tingkat nasional yang digelar SMA IT Iqro Kota Bengkulu. Pada perlombaan yang digelar secara daring tersebut, Zahira membawakan puisi Taufiq Ismail yang berjudul “Sebuah Jaket Berlumuran Darah”.

“Senang sekali. Semoga masih bisa ikut dalam kesempatan lain untuk mengharumkan nama sekolah dan melatih diri saya,” tutur Zahira yang sebelumnya merupakan alumni SMP Negeri 1 Kota Bengkulu.

PRESTASI: Pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Model Bengkulu yang berprestasi membanggakan sekolah, baik tingkat Lokal maupun tingkat Nasional.

Gudep MAN I Model, Juara I Kompetisi Mural

MENYAMBUT Hari Pandu Dunia, pada 22 Februari 2021 lalu, Gugus Depan (Gudep) MAN 1 Model Kota Bengkulu berhasil menjadi juara I kompetisi mural yang digelar Kwarcab Kota Bengkulu. Tiga siswa yang mewakili yakni Adinda Fatma, Fashihah Rahmanissa dan Rizki Kurniawan.  “Temanya Pramuka Peduli, jadi kami menggambarkan sikap kepedulian pramuka dalam melindungi seluruh masyarakat yang ada di Kota Bengkulu, khususnya selama pandemi Covid-19,” terang  Fashihah Rahmanissa.

Adinda mengatakan tidak ada persiapan khusus baginya dan tim untuk menghadapi lomba tersebut. “Namun sebelumnya dari tema yang ada kami bersama-sama mengumpulkan persepsi-persepsi berapa kali gambar yang akhirnya baru mendapatkan ide final,” katanya.

Ditambahkan Rizki, atas prestasi yang ada, ia berharap dapat mengikuti perlombaan mural lainnya. “Harapannya bisa ikut yang lain lagi. Apalagi sekolah sangat memfasilitasi,” pungkasnya. (**)

Berita Lainnya

Dana BOS 88 Sekolah Terancam Berkurang

MUKOMUKO – Waspada untuk 88 sekolah di Kabupaten Mukomuko. Terdiri 66 SD dan 22 SMP. …

%d blogger menyukai ini: