Senin , 3 Mei 2021
Home / Bengkulu Raya / Jelang Hari Raya, Perketat Protokol Kesehatan Cegah Tsunami Covid-19

Jelang Hari Raya, Perketat Protokol Kesehatan Cegah Tsunami Covid-19

IKUTI: Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat mengikuti rakor bersama Kemendagri dalam rangka penegakan protokol kesehatan dan penanganan Covid-19 di daerah, Senin (3/5). (Foto: Febi/RB)

 

BENGKULU – Pemprov Bengkulu mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (Kemendagri). Dalam rangka penegakan disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) dan penaganan Covid-19 di daerah, Senin (3/5).

Setiap daerah yang ada di Indonesia termasuk Provinsi Bengkulu diminta untuk tidak kendor dalam penanganan wabah pandemi Covid-19. Hal itu guna mencegah terjadinya gelombang kenaikan Covid-19 disetiap daerah.

Menindaklanjuti rakor ini, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan pihaknya akan segera melakukan rapat tingkat provinsi terkait penaganan Covid-19 terutama mendekati kegiatan-kegiatan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

“Rapat dengan Kemendagri tadi tentunya akan menjadi acuan kita dalam penanganan Covid-19. Besok kita akan melakukan rapat dengan Kemenang dan Forkopimda terkait penegakan disiplin protokol kesehatan dan penanganan Covid-19 terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri,” kata Rohidin.

Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, diharapkan tetap melakukan pengetatan penanganan Covid-19 agar tidak terjadi tsunami kasus Covid-19 seperti yang ada di India. Upaya ini dilakukan untuk mencegah lonjakan kasus seperti yang terjadi di India.

“Ya, tsunami seperti itu karena mereka lengah. Menganggap vaksinasi mereka cukup tinggi, sehingga kelonggaran-kelonggaran dilakukan,” terang Herwan.

Lanjutnya, ada tiga hal tadi yang menyebabkan kasus di situ meningkat di antaranya aktivitas keagamaan, event-event olahraga dan ketiga Pemilu yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Pengetatan penerapan penanganan Covid-19 dilakukan juga untuk mencegah virus covid-19 bermutasi, seperti yang terjadi di beberapa negara lantaran dianggap lalai dalam penanganan Covid-19.

“Bengkulu tadi termasuk provinsi berdasarkan data itu kenaikan kasus perharian rate. Kita itu sudah terjadi peningkatan yang terjadi pada bulan April ini. Sehingga diminta kepada kita tidak kendor,” jelas Herwan.

“Ya bagaimana upaya kita melalui peran gubernur, forum koordinasi pimpinan daerah untuk melangsungkan langkah-langkah strategis agar kondisi ini bisa teratasi dengan segera,”demikian Herwan. (tok)

Berita Lainnya

15 Kriteria Boleh Lewati Penyekatan

  ULU MANNA – Pemudik antar provinsi (Bengkulu –Sumsel) via Tanjung Sakti (Ulu Manna Bengkulu …

%d blogger menyukai ini: