Senin , 3 Mei 2021
Home / Bengkulu Raya / Rumah Sakit Pemerintah Wajib Layani Pasien Kurang Mampu

Rumah Sakit Pemerintah Wajib Layani Pasien Kurang Mampu

WAJIB : Rumah sakit umum wajib layani pasien kurang mampu di Kabupaten Bengkulu Selatan. (Foto: Rio/RB)

 

KOTA MANNA – Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) belum menuntaskan perbup soal pelayanan berobat gratis yang diperuntukkan kepada masyarakat miskin, namun meski demikian pemkab memastikan agar pelayanan medis di RSUD HD Manna tetap melayani pasien kurang mampu sembari menuntaskan perbup berobat gratis.

Perbup berobat gratis hingga saat ini belum rampung, sehingga pemerintah daerah Kabupaten BS mengalami keterlambatan untuk melakukan klaim biaya pengobatan di RSUD HD Manna maupun puskesmas yang ada di Kabupaten BS.

Namun meski begitu, pemerintah daerah mendesak agar RSUD HD Manna bersama puskesmas tetap memberikan pelayanan medis secara gratis kepada masyarakat kurang mampu, karena jika perbup berobat gratis sudah tuntas, maka seluruh pembiayaan bisa diklaim.

Apalagi pengobatan maupun pelayanan medis merupakan aspek penting sebab, menyangkut aksi kemanusiaan yang harus diutamakan oleh tenaga medis di layanan kesehatan berupa RSUD maupun puskesmas yang ada di Kabupaten BS.

Kabag Hukum Pemkab BS Hendri Donand mengatakan, target perbup akan tuntas usai lebaran mendatang karena saat ini masih dalam proses pematangan oleh tim penyusun perbup.

“Yang jelas saat ini sedang proses. Jadi dipastikan pertengahan Mei atau Juni mendatang perbup tuntas,” kata Hendri

Sementara itu, Bupati Gusnan Mulyadi saat dikonfirmasi memastikan, jika ada pelayanan kesehatan yang mengabaikan pasien miskin, karena tidak ada uang, dirinya meminta pihak keluarga pasien untuk segera melapor, dan dipastikan dirinya akan memberi sanksi tegas kepada petugas yang bersangkutan.

“Lapor langsung dengan saya kalau ada petugas medis enggan melayani pasien dengan alasan tidak ada biaya. Masyarakat BS harus mendapatkan layanan kesehatan yang sama, semua punya hak,” tegas Gusnan

Selain itu Gusnan kembali menegaskan, untuk mobil dinas yang ada di Kabupaten BS wajib melayani warga yang sakit. Setiap mobil dinas bisa dipakai masyarakat apabila dibutuhkan dalam keadaan darurat.

“Program jemput sakit pulang sehat tetap jalan, mobil mobil dinas dapat dipakai warga kalau dibutuhkan. Silahkan pakai, apalagi dalam keadaan sakit,” ujar Gusnan. (tek)

Berita Lainnya

Tiga Mahasiswa jadi Korban Pengeroyokan

CURUP – Aksi pengeroyokan dialami tiga mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Rejang Lebong …

%d blogger menyukai ini: