Minggu , 13 Juni 2021
BANNER


BANNER
Home / Hukum & kriminal / Polisi Dalami Kematian Warga Pematang Gubernur, Sejumlah Saksi Diperiksa
BANNER

Polisi Dalami Kematian Warga Pematang Gubernur, Sejumlah Saksi Diperiksa

Yusiady

BENGKULU – Polisi masih mendalami kematian Nurchamid (39) warga Kelurahan Pematang Gubernur. Sejumlah saksi sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. Belum diketahui secara pasti Nurchamid dibunuh atau bunuh diri karena saat ditemukan tewas di kolam depan rumahnya, terdapat sejumlah luka pada bagian perut dan pergelangan tangan kiri.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Yusiady mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi yang terdiri dari tetangga korban. Dari keterangan salah seorang saksi, sebelum kejadian tidak terdengar keributan yang terjadi di seputar kediaman korban. “Saksi lainnya sempat melihat korban duduk didepan kolam rumah miliknya pada siang hari sebelum ditemukannya korban dalam keadaan meninggal dunia,” kata kasat, Jumat (7/5).

Kasat menambahkan, dari hasil penyelidikan sementara tidak ditemukan adanya barang-barang milik korban maupun barang-barang yang ada dikediaman korban hilang. Selain itu dari hasil penyelidikan diketahui bahwa barang bukti berupa senjata tajam jenis pisau yang sebelumnya ditemukan berada tidak jauh dari jenazah korban ternyata adalah pisau dapur yang berasal dari dapur kediaman korban.

Sementara itu dari pantauan lapangan setelah korban dimakamkan di TPU sekitar tampak keluarga korban masih syok atas meninggalnya korban sehingga belum dapat dikonfirmasi atas peristiwa duka yang dialami keluarganya.

Disisi lain, Ketua RT 21 RW 02 Kelurahan Pematang Gubernur, M. Romli ketika dikonfirmasi menerangkan, bahwa korban baru saja tinggal dikawasan tersebut lebih kurang 1 tahun terakhir. Sebelumnya, korban berdomisili di Kelurahan Kandang Limun. Menurutnya, keseharian korban dikenal supel dan cukup mudah bergaul sarta tidak tertutup terhadap lingkungan.

“Beliau itu di masuk ke wilayah saya atau pindah menjadi warga saya tercatat sekitar satu tahun. Dan selama satu tahun itu beliau termasuk orang yang supel, pergaulannya juga bagus, tiap waktu shalat juga sering ke masjid,” cerita Romli.

“Karena memang beliau yang jual bumbu di Pasar Pematang ketika waktu shalat biasanya dia pulang untuk melaksanakan shalat dan mungkin istirahat sebentar,” tambah Romli.

Lanjut Romli, sepengetahuannya korban semasa hidupnya diketahui menderita penyakit diabetes. “Karena dulu badan beliau itu agak gemuk sekarang sudah tampak agak kurus yang mungkin salah satu sebabnya penyakit itu, itu yang saya ketahui. Dan selama di daerah sini, selama saya mengenal beliau, sekali lagi sepengetahuan saya beliau itu tidak punya musuh dan orangnya biasa saja,” tutupnya.

Diketahui, korban tinggal dengan seorang istri yang kesehariannya membantu korban bekerja di pasar Pematang Gubernur serta dengan seorang anak laki-laki yang masih berstatus pelajar sekolah menengah pertama. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh anak korban dengan posisi berada di dalam kolam ikan di depan rumahnya. Oleh anak korban kemudian memanggil warga sekitar yang kemudian jenazah korban diangkat dari dalam kolam ke pinggir kolam sebelum warga sekitar memanggil pihak kepolisian. (tok)

Berita Lainnya

Grup A Euro 2020: Italia jadi Pemuncak

  RB ONLINE – Berlaga di stadion Olimpiko Roma, Italia berhasil memenangi laga perdana piala …

%d blogger menyukai ini: