Sabtu , 12 Juni 2021
BANNER


BANNER
Home / Opini / Al AQSA DAN YERUSALEM
BANNER



BANNER

Al AQSA DAN YERUSALEM

 

Zacky Antony

 

“SAYA tidak akan menyetujui kedaulatan Israel atas Yerusalem, baik di wilayah Armenia, ataupun di Masjid Al Aqsa, baik atas Via Dolorosa maupun atas Gereja Kudus Makam Kristus. Mereka dapat menduduki kami dengan menggunakan kekuatan militer, karena kami sekarang lemah, tetapi dalam dua tahun, sepuluh tahun, atau seratus tahun, akan ada seseorang yang akan membebaskan Yerusalem,” itulah pernyataan Pemimpin Otoritas Palestina Yasser Arafat di koran Washington Post edisi Juli 2000.

Sikap pemimpin Palestina itu menandai gagalnya perundingan Camp David 24 Juli 2000 yang digagas Presiden AS, Bill Clinton. Arafat menginginkan kedaulatan menyeluruh atas Yerusalem Timur yang dicaplok Israel pada perang enam hari 1967. Di sisi lain, PM Israel Ehud Barak hanya bersedia membagi wilayah Yerusalem Timur sesuai proposal AS.

Negosiasinya sebagai berikut; Palestina berdaulat penuh atas wilayah muslim dan wilayah Kristen di kota lama. Sedangkan Israel berdaulat penuh atas wilayah Yahudi dan Armenia di kota lama. Sedangkan wilayah Temple Mount atau Haram Al Sharif (yang di atasnya berdiri Dome of The Rock dan Masjid Al Aqsa) tetap di bawah kedaulatan Israel.

Sampai Yasser Arafat wafat 12 November 2004, belum ada lagi peta jalan perdamaian untuk mengakhiri konflik Israel – Palestina. Entah sudah berapa ribu nyawa melayang akibat pertempuran dan serangan zionis Israel. Permintaan Arafat agar dirinya dimakamkan di Yerusalem ditolak pemerintah Israel karena dianggap bisa membangkitkan semangat militan pemuda Palestina. Arafat akhirnya dimakamkan di Ramallah.

Sejak itu, bentrokan demi bentrokan pecah antara Israel dan Palestina. Jalan menuju perdamaian semakin ruwet, kalau tak mau dikatakan tertutup. Termasuk insiden kekerasan menjelang Lebaran Idul Fitri 1422 H.

Tadi malam, eskalasi kekerasan meluas setelah militan Hamas menembak ratusan roket dari Gaza ke arah Yerusalem. Hal ini dibalas Israel dengan melakukan serangan udara yang menewaskan 24 orang, termasuk 9 diantaranya perempuan dan anak-anak Baca Selanjutnya >>>

BANNER


BANNER


BANNER


BANNER

Berita Lainnya

Panas Tapi Memikat

INI BUKAN kursi pejabat eksekutif. Gubernur, bupati, atau walikota. Bukan pula kursi legislatif. Apalagi kursi …

%d blogger menyukai ini: