Minggu , 13 Juni 2021
BANNER


BANNER
Home / Uncategorized / pendidikan / Tahap Awal KBM Sistem Tatap Muka di Kota Bengkulu, Tak Diikuti Semua Siswa
BANNER

Tahap Awal KBM Sistem Tatap Muka di Kota Bengkulu, Tak Diikuti Semua Siswa

SEPI: Suasana sekolah tingkat SD/SMP saat ini masih sepi, lantaran KBM masih diterapkan sistem daring. (foto: yudi/rb)

BENGKULU – Meskipun Walikota Bengkulu telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) dengan Nomor : 420/212/D.DIK/2021, namun saat ini pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masih digelar secara daring. Penyelenggaran belajar secara tatap muka di sekolah bakal mulai dilaksanakan untuk tahun ajaran baru nanti. Nantinya pada tahap awal, pelaksanaan KBM secara tatap muka baru dilaksanakan secara 50 persen saja dan 50 persen sisanya tetap secara daring.

Selain itu, sekolah yang boleh melakukan KBM tatap muka harus memiliki surat izin rekomendasi dari gugus tugas Covid-19 dan surat pernyataan dari orangtua siswa. “Kalau sekarang belum, itu untuk tahun ajaran 2021/2022 nanti, sekarang KBM masih digelar secara daring,” sampai Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bengkulu, Rosmayeti.

Mulai tahun ajaran 2021/2022 nanti, baik SD maupun SMP di Kota Bengkulu dapat melakukan KBM secara tatap muka. Untuk tahap awal, KBM tatap muka akan dilakukan sebanyak 50 persen dan daring 50 persen. Apabila tidak terjadi kasus pada cluster tersebut, KBM tatap muka akan dilakukan secara keseluruhan dengan mengutamakan prokes. Yang mana akan ada tim pengawas yang memantau pelaksanaan prokes disetiap sekolah.

“Nanti tahap awal 50 persen 50 persen, itu sekolah yang bisa KBM tatap muka harus melengkapi syarat seperti kemarin, selain izin dari tim gugus tugas juga perlu ada surat pernyataan dari orangtua siswa,” jelas Rosmayeti.

Selain itu, Rosmayeti juga mengatakan tenaga pendidik atau guru yang melakukan KBM secara tatap muka diwajibkan telah melakukan vaksinasi Covid-19. Sebab jika tenaga pendidik belum divaksinasi dikhawatirkan bisa membawa atau menularkan virus tersebut dilingkungan sekolah. Ia berharap agar realisasi vaksinasi guru sebelum KBM tatap muka digelar nanti bisa 100 persen.

“Iya tenaga pendidiknya harus sudah divaksin, kalau belum divaksin belum diperbolehkan mengajar secara tatap muka,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Kota Bengkulu, Idiarman MPd mengaku apapun kebijakan yang diambil oleh Pemkot Bengkulu ialah yang terbaik. Pasalnya, kebijakan itu diambil setelah melalui proses pertimbangan. Menurutnya memang saat ini harus mengedepankan kesehatan karena kasus positif Covid-19 di Kota Bengkulu masih ditemukan. Pihaknya juga telah siap 100 persen jika pelaksanaan KBM digelar kembali tatap muka. Selain akan memastikan prokes dijalankan, juga sarana dan prasarana pendukung telah disediakan seperti alat cuci tangan.

“Kalau digelar secara tatap muka lagi kita sudah siap, yang jelas prokes akan kita jalankan,” tutupnya. (cup)

Berita Lainnya

Mulai Data Kampus Kuliah Tatap Muka

JAKARTA – Persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) tidak hanya dijalankan pada jenjang pendidikan dasar dan …

%d blogger menyukai ini: