Senin , 23 Agustus 2021
BANNER


BANNER


BANNER
Home / News Update / Hasil Survey: Mayoritas Ortu Setuju PTM Terbatas

BANNER


BANNER

Hasil Survey: Mayoritas Ortu Setuju PTM Terbatas

PTM
TERBATAS : Belajar di sekolah dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas menjadi mayoritas pilihan orang tua di masa pandemi. foto: DOK/RB/RBOnline

 

RB ONLINE – Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) melakukan survei nasional terkait sikap orang tua terhadap vaksinasi anak dan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang dilakukan pada 5-8 Juli lalu. 9.287 responden dilibatkan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah di 168 kota/kabupaten seluruh provinsi Indonesia.

BACA JUGA: Wali Murid Wajib Lampirkan Sertifikat Vaksinasi Covid-19, Syarat Daftar Ulang di Empat SMPN 

Kepala Bidang Advokasi P2G Iman Zanatul Haeri menyampaikan, orang tua yang setuju PTM di bulan Juli sebesar 43,9 persen. Lalu untuk yang ragu-ragu sebesar 32,2 persen dan 23,9 persen tidak setuju.

Alasan orang tua setuju PTM dilakukan adalah 41,3 persen anak jenuh atau bosan berada di rumah, 24,7 persen anak hanya bermain game di rumah, 21,2 persen sinyal internet susah sekali di daerahnya, 9,3 persen orang tua tidak memiliki kompetensi pengajaran di rumah dan 3,5 persen alasan lainnya.

“Alasan orang tua umumnya bersifat psikologis, walaupun ada alasan lainnya seperti selama PJJ guru hanya memberikan tugas saja, sekolah dinilai sudah siap PTM, sekolah sudah melakukan uji coba PTM, guru sudah divaksinasi, anak sudah kangen sekolah, anak tidak bersosialisasi dengan teman baru, anak malas-malasan belajar dan orang tua pusing melihat anak main saja,” ungkap dia dalam telekonferensi pers Survei Nasional P2G, Minggu (11/7).

Sementara alasan orang tua yang ragu-ragu dan tidak setuju PTM pada bulan Juli 2021 adalah 74,9 persen kasus Covid-19 semakin meningkat, 21,4 persen siswa belum tuntas divaksinasi, 17,1 persen sekolah atau madrasah berada di zona merah atau oranye.

Kemudian, 7 persen sekolah belum siap memenuhi fasilitas pendukung protokol kesehatan. Lalu alasan terakhir adalah 2,7 persen guru belum tuntas divaksinasi. “Semua alasan orang tua ini sangat rasional dan relevan dengan kondisi pandemi akhir-akhir ini,” imbuhnya. (jpg/RBOnline)

Simak Video Berita

Berita Lainnya

Pemkab Rejang Lebong Baru Bayar Rp 16,1 Miliar Tunggakan BPJS Kesehatan

CURUP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong (RL) sesuai dengan kesepakatan sudah melunasi iuran BPJS …

%d blogger menyukai ini: